First Trip with New Teams

[menulis sebagai manifestasi mengingatkan diri sendiri. Noted to myself ]
Sudah 3 hari di Slawi, ada lebih dari 150 fosil yang sudah diidentifikasi dan entah ada berapa lagi fosil yang menunggu diidentifikasi. 

Ini adalah first trip saya bersama rekan2 kerja yang baru, Kiki said that I’m very lucky for being able part of them at my 2nd month here. Well jika memang demikian, alhamdulillah. Tapi saya benar2 no idea what should I do, what role should I play in team. Mbak Pipit yang seperti nya tahu kekhawatiran itu, bijak berkata, “nanti kamu ikut apa yang aku lakuin aja Nung.” (tengkyu mbaak 😭) 

I tried to enjoy this kind of mission, mencoba berbaur dengan rasa awkward yang luar biasa. I trust mbak pipit very much pokoknya, beliau kemana saya ngintil, asking not so important questions everytime everywhere. Hanya senyum canggung kalo diajak ngobrol. 

Yah, jadi ini berawal dari saya yang nekat iseng ngirim lamaran ke Museum Sangiran Februari 2016 lalu, dikirim dari kantor pos Cikande saat sebelum jam masuk kerja. Pake acara nitipin surat (juga uang) di kantor pos karena petugas yang mengakomodir pengiriman surat belum datang. 

Jadinya saat istirahat makan siang, saya ijin Bapak supervisor utk keluar kantor demi mengurus surat yang saya titipkan sebelumnya.

Maret hari Jumat, saya mendapat surat panggilan untuk interview di Museum yang diterima Ibuk di rumah (dan diterima dengan sangat excited oleh Ibuk) . Saya kira hanya saya seorang, jadi saya menelpon Museum dan bertanya apakah memungkinkan untuk reschedule. Nyatanya itu tak mungkin. Ibuk yang sangat berharap saya menghadiri test interview akhirnya mempercayakan semua keputusan kepada saya. 

Sebenarnya tidak akan menjadi hal yang mebingungkan, hanya saja 2 minggu sebelumnya saya sudah pulang ke rumah. Ketika diminta untuk pulang lagi pada hari efektif kerja, tentunya saya pikir2 lagi. 

Nah, akhirnya saya pun nekat beli tiket pesawat. Malam2 hampir jam 10, saya keluar dari kosan, pergi ke depan Kawasan Modern, menuju alfamart dan bayar biaya tiket traveloka.

Minggu siang dengan naik angkot, saya menuju Terminal Pakupatan. Berjalan masuk Terminal, bertanya kepada petugas tempat menunggu Bus Damri arah Bandara Soetta. Menunggu beberapa saat dan saya pun sudah di dalam bus, berdampingan dengan seorang ibu muda yang hendak pulang ke jogja.

Perjalanan dari Serang ke Soetta kurang lebih 2 jam. Penerbangan menjelang maghrib, jadi saya tidak tergesa2.

Dan hwalaaa… Setelah tes hari Selasa, seminggu kemudian pengumuman via telepon dan alhamdulillah diterima. Segera bikin surat resign setelah tanya pendapat sana sini, apakah harus resign atau bagaimana. 

Dan per 4 April 2016, berpindahlah saya ke Museum Sangiran klaster Krikilan. Dan sebulan kemudian, diajak keluar yg mereka sebut sebagai Dinas Luar ke Semedo. Everything was my first time, semuanya ilmu baru. Bersinggungan dengan arkeologi dan segala serba serbi nya. 

Bodoh, itu hal yang saya rasakan. Hahaha… Saking banyaknya ilmu yang didapat. Seminggu di Semedo, alhamdulillah saya dapat survive. Mendapat ilmu baru, new team mates, dan tentu saja new amazing experiences. Alhamdulillah ya, dijalani saja.. 😁

Ketika singgah di Bumi Ayu, perjalanan pulang dari Semedo. 

*Foto diambil dari website resmi museum sangiran http://sangiranmuseum.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s