Throwback #2

Februari ini saya sudah pulang ke rumah [lagi]. Waktu yang singkat untuk berada di rumah tak menjadi alasan untuk malas pulang. Enam belas jam di jalan, dengan bus, terjebak macet di Ibukota hingga berjam-jam sehingga akhirnya lega bisa keluar dari Ibukota.

Entah, semakin bertambah bulan semakin merasa tidak nyaman di perantauan. Semakin banyak hal yang dipikirkan, semakin banyak alasan untuk segera pulang ke rumah. Bertemu keluarga, berceloteh bersama keponakan. Walau nanti pastilah ada rasa jemu yang lembali melanda saat pulang kampung.

Aku ingin pulang… 😷

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s