Yang Senantiasa Mengharap dan Diberi Hidayah-Nya

[sebelumnya… ini cerita mengenai ponakan saya, takutnya ada yang salah paham lagi seperti neng ucrit :p ]
DSC01948

Assalamu’alaikum alam semesta,

Perkenalkan saya Mahdiyatu Shauqiya An Nawawi, oleh Ayah Bunda dipanggil Qiqi diambil dari nama tengah saya, Shauqiya. Ayah Bunda berharap nantinya Qiqi selalu menjadi wanita yang senantiasa mengharap dan diberi hidayah yang terbaik oleh Alloh Ta’ala. Tinggi badan sekarang (28/03/2015) 50 cm dan berat badan sudah 3,2 kg.

Saat ini Qiqi berumur 26 hari. Rutinitas tiap hari masih monoton nih, masih minum-makan ASI, tidur, pipis, dan poop.😳Ah iya sekarang sudah ada perkembangan lain, Qiqi sudah mulai mendengar lantunan lagu Ilir-ilir yang tiap maghrib disenandungkan Ayah atau suara mbah Uti yang mengaji. Oleh Mbah Uti dan Mbah Kung tiap pagi Qiqi diajak sunbathing, apalagi selepas Qiqi keluar rumah sakit kemarin. Iya Qiqi sudah pernah masuk rumah sakit saat usia 10 hari karena terindikasi penyakit kuning akibat kurang minum atau kurang paparan sinar matahari. Memang waktu itu sinar matahari tak bersinar semestinya, padahal Qiqi banyak minum ASI lho, saat kontrol pasca melahirkan, oleh Dokter anak Qiqi disuruh menginap 48 jam di rumah sakit untuk diberi penyinaran, huhuu sediih. Ayah Bunda pun harus tidur di rumah sakit karena Qiqi harus tetap diberi ASI eksklusif. Alhamdulillah setelah 48 jam Qiqi diperbolehkan pulang. Rasanya benar-benar tidak nyaman berada di rumah sakit, tidak bisa terus-terusan berada dalam dekapan Bunda, Qiqi sebel, makanya kemarin di Rumah sakit Qiqi menangis sekencang-kencangnya.

DSC02004

Oh iya, sebelumnya Qiqi mau cerita dulu, di rumah ada Ayah Bunda, Mbah Kung, Mbah Uti dan Bulik. Kalau pagi shubuh biasanya Qiqi ditemani Bulik sementara Bunda mandi, Mbah Uti masak, Mbah Kung bersih-bersih kebun. Itu kalau Ayah masuk kerja, misal ayah di rumah otomatis ya bersama Ayah. Soalnya Qiqi masih kecil, nanti kalau sudah besar Qiqi bantuin semuanya:mrgreen:

Setelah matahari mulai terbit, Mbah Uti menggendong Qiqi untuk sunbathing, seringkali Mbah Kung ikut untuk mengajak ngobrol. Sayangnya Qiqi belum bisa menjawabnya, baru bisa mendengarkannya. Nanti mbah kung, kalau Qiqi sudah besar nanti kita banyak ngobrol ya.

Usai sunbathing Qiqi mandi, kalau mandi suasananya sangat ramai, ada Ayah Bunda Bulik dan Mbah Uti yang mandiin Qiqi. Qiqi paling suka kalau dimasukin dalam ember berisi air hangat, menyenangkan sekali rasanya. Makanya kalau diajak udahan mandinya, Qiqi mesti nangis apalagi tiap habis mandi Qiqi mesti merasa lapar, pengen cepet-cepet minum ASI.

Tiap Qiqi nangis usai mandi, Bulik menggoda Qiqi, kadang juga malah memberi berbagai macam suara yang Qiqi belum paham itu suara apa, awalnya Qiqi perhatiin suaranya, lucu, aneh, menenangkan menyenangkan tapi lama-lama Qiqi frustasi karena tak tahu suara apa itu, jadinya tangisan malah jadi tambah kenceng. Kalau sudah begitu, pelukan Bunda lah yang paling menenangkan.Tak terasa Qiqi malah tertidur. Hehe…

Tiap 2 jam Bunda membangunkan Qiqi untuk minum ASI, karena Qiqi masih kecil jadi belum bisa banyak membedakan apa itu lapar, haus. Bunda memang paling tahu saat Qiqi lapar dan haus.

Kata Mbah Uti, Qiqi itu suka banget tidur. Mau dicium digangguin seperti apa saat tidur pulas, ya nggak bakal bangun. Mbah Kung sampe geleng-geleng kepala. Yah mau bagaimana lagi, perut QIqi yang baru sebesar Kelereng hanya bisa diisi ASI sedikit, dan Qiqi cepat lapar makanya Qiqi sering begadang malam untuk diisi “bensin”. Hehe.. Walaupun begitu adzan shubuh Qiqi sudah bangun lhoo… tapi nanti jam8 udah tidur lagi.:mrgreen:

Saat akan mandi sore, ritual yang dilakukan pijet relaksasi dulu bareng Ayah. Qiqi dipijet Ayah supaya saraf motorik sensori Qiqi bekerja maksimal juga supaya kontak batin dengan Ayah semakin kuat. Biasanya 10 menit untuk pijat sebelum akhirnya Qiqi nyempluk di ember mandi. Setelah mandi sore kadang Qiqi sudah merasa tak ngantuk, minta diajak main sama Bulik, Ayah dan Bunda. Seringkali Mbah Uti dan Mbah Kung ikut main. Ramai sekali suasananya.

Bersama Mbah Uti

Bersama Mbah Uti

Saat maghrib, Ayah, Mbah Uti dan Bulik bergantian sholat untuk menjaga Qiqi. Qiqi suka digendong saat Maghrib, soalnya Qiqi takut sama gangguan setan yang keluar saat maghrib. Hiii… sereeem…

Biasanya Qiqi pup habis digendong, hehe, habis poop Qiqi merasa lapar jadi Qiqi harus minum ASi lagi untuk mengisi tenaga buat mulet-mulet saat bobok, kan mulet juga butuh tenaga. Qiqi sekarang sudah jarang nangis, dulu sebelum tali pusar putus, rasanya nyeri sakit, hampir tiap malam selama 5 hari Qiqi nangis untuk minta minum, kalau sudah begitu biasanya orang serumah akan bangun kemudian nengokin Qiqi di kamar. Tapi itu dulu kok, sekarang Qiqi sudah jarang nangis, kan Qiqi sudah lebih besar.

Iyah Qiqi sudah besar dan akan tumbuh berkembang lebih besar lagi, biar bisa berbakti sama keluarga, jadi anak pintar sholihah yang membanggakan keluarga, sehat dan kuat, menjalankan perintah Alloh Ta’ala dan menjauhi laranganNYA, menimba ilmu untuk bekal Dunia Akhirat. AMiin…

Doakan Qiqi ya teman2😀

Udah gitu dulu ceritanya soal Qiqi, Qiqi ngantuk mau tidur lagi.

Wassalamua’alaikum😉

6 thoughts on “Yang Senantiasa Mengharap dan Diberi Hidayah-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s