[mBolang] #11 the lone ranger

Tiket sudah ditangan, Rp 110.000,00 sudah digelontorkan, PATAS AC Rosalia Indah hari Sabtu (18/10/2014), 17.00 WIB via Agen Gilingan, Terminal Tirtonadi. Perjalanan sendirian melewati Ibukota akan saya lakukan.

Flashback seminggu yang lalu,

lokasi tes

Lokasi Tes di sekitar Pondok Ranji

Tanggal 7 Oktober 2014, usai pulang kerja saya buru-buru membuka laptop, menyambung internet modem, lalu “klik” terbukalah sebuah laman website yang sengaja saya taruh di bookmark firefox. Deg-deg-an, saya pun mengklik tautan “Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi Pelamar Umum”. Tak sabar, dalam kolom “find” saya tuliskan nama depan saya. Menunggu cukup lama dan terus berdoa untuk hasil yang baik. dan Alhamdulillah, nama saya muncul di halaman 17 dengan nomor urut 781. Alhamdulillah.

Jari-jemari langsung melakukan pencarian di kolom google map lokasi tes yang ternyata bukan di Jakarta seperti dugaan awal, melainkan di Tangerang Selatan. Rencana awal untuk menginap di rumah kawan yang terletak di Jakarta pun di rombak total, saya mencoba mengkontak beberapa teman yang saat ini berada di Jakarta namun tak satupun dari mereka yang paham lokasi tes yang akan saya tuju. Walhasil saya pun bercerita kepada Karib yang saat ini tinggal dan kerja di Cibinong. Hebatnya, dia tahu lokasi sekitar tempat tes saya nanti. Tanpa pikir panjang, saya meminta ijinnya untuk menginap 1-2 hari di kos nya yang terletak di Belakang Cibinong Science Centre (LIPI) dan langsung diiyakan olehnya. Alhamdulillah. Serentetan pesan pun ia sampaikan, mulai dari perjalanan dari Solo menuju Cibinong dan akses dari Cibinong menuju Tangerang Selatan. Berbekal Bismillah, saya pun akhirnya mantab menuju Tangerang Selatan.

Sempat bingung dan membuat bingung (beberapa pihak), akhirnya Sabtu sore diantarlah saya menuju Agen Bis Rosalia Indah oleh mamas. Tidak sesuai prediksi, bis baru tiba setelah pukul 18.00 WIB, hal baiknya saya diberi kesempatan untuk Sholat jama’ terlebih dahulu. Bis dengan kode 168, relasi Madiun-Bogor pun menjadi tumpangan saya menuju Cibinong, Kab.Bogor.

Sebelum dan sesudah menaiki bus, HP tak henti-hentinya berdering. Mulai dari sms hingga telepon, orangtua sangat proaktif hari itu. Maklum, ini kali pertama saya bepergian tanpa didampingi orang yang saya kenal. Berkali-kali wejangan yang sama dilontarkan Ibu, jangan mau terima minum atau makanan dari orang asing, HP dan dompet dijaga, epik-nya, saya dapat wejangan kalo tidur jangan mangap, nanti dimasukin obat sama orang asing. Mom, please im an adult woman now ._.

Perjalanan malam via Pantura. Rasanya sudah sekian belas tahun tak melewati jalanan utara pulau jawa ini. Ada banyak hal yang berubah, mulai dari banyaknya Tol yang saya lewati, jalanan yang rata dan bebas macet kecuali di beberapa bagian di wilayah Semarang yang memang sedang ada pelebaran dan perbaikan bahu jalan. Mungkin juga tidak macet karena perjalanan yang saya lakukan adalah malam hari. Beruntung samping saya adalah bapak-bapak yang membawa keluarganya, dari sedikit bertanya ternyata beliau hendak ke Cijantung, tak seberapa jauh dari Cibinong, dan ini pengalaman pertama beliau berkendara jauh sehingga rasa was-was tergambar jelas pada wajahnya.

Tidur di dalam bus yang bergerak dan sendiri menjadikan hal mustahil untuk dapat tidur lelap, berkali-kali saya terbangun, tidur pun hanya sekian menit, melongok ke jendela, sesekali mengecek navigasi menggunakan aplikasi Google Maps di HP sekedar ingin tahu sudah sampai mana. Aplikasi yang sangat bermanfaat di saat pergi jauh dan sendiri seperti saat ini.Screenshot_2014-10-19-01-17-16

Dini hari, bus berhenti di wilayah Tegal. Memberi kesempatan bagi penumpang yang ingin menunaikan hajat kecil maupun besar, atau sekedar membeli kopi utk menahan rasa kantuk. Saya berdiam diri di dalam bus, minum air putih yang saya bawa dalam gelas berukuran kurang dari 750 ml. Bus hanya berhenti sekitar 5 menit, dan perjalanan pun dimulai kembali. Perjalanan malam yang menyenangkan manakala melewati Tol tengah kota, karena kita bisa melihat ada begitu banyak lampu-lampu dari kejauhan. Screenshot_2014-10-19-05-41-23

Sekitar Pukul 4 pagi, bus sudah berada di wilayah Jawa Barat. Semua terasa asing meskipun beberapa kali saya berusaha mengingat lokasi yang saya lalui. Tapi menguap begitu saja saat mata terpejam dan terbuka kembali, begitu seterusnya. Pukul 5 pagi, Ika, karib yang saya sebutkan sebelumnya mulai mengirim pesan singkat, memberi tahu dimana saya harus turun dan mengingatkan untuk terus mengecek Google maps secara rutin. Karena memang tak tahu menahu wilayah yang saya lalui, saya bertanya kepada Bapak Sopir di mana semestinya saya bisa turun bilamana tujuan saya adalah Cibinong. Sayangnya beliau tak begitu paham dengan maksud saya, maka saya bertanya apakah nanti saya akan melewati Pasar Cibinong dan bolehkah saya turun di sana ? dan beliau pun paham maksud saya. *fiiuuh*

“Pak, saya mau turun di Carrefour Cibinong saja. Sebelum pasar Cibinong.”

“Itu sebelah mana mbak ? saya nggak tau.”

lalu sang Kondektur menyela,”carrefour cibinong udah lewat mbak”

Jleb. Saya panik sesaat. Memastikan dan mengecek kembali Google Maps, yang ternyata menunjukkan lokasi yang saya maksud belum saya lewati. Beberapa menit saya memastikan bahwa Google maps berjalan baik, dan saya memberanikan diri untuk bilang kepada bapak Kondektur bahwa Carrefour Cibinong belum kami lewati,

“Apa iya mbak ?”, tanya kondektur

“Iya Pak, belum lewat. Nih (menunjukkan aplikasi Google maps)”

Si Bapak kondektur dan Sopir sontak tertawa keras,

“Hahahaha… pakai GPS ternyata.”

Saya bingung, lalu malu, dan hanya bisa nyengir menanggapi gelak tawa Pak kondektur. Saya yang memang sudah duduk di samping Pak Sopir, menggenggam dengan kuat HP yang menampilkan aplikasi Google maps tersebut,

“Itu mbak. Udah kelihatan Carrefour nya.”

Saya yang memang hanya membawa 1 ransel dan 1 tas slempang tak kerepotan untuk mempersiapkan diri turun, juga tak lupa mengucapkan terimakasih untuk kebaikan Bapak Sopir dan Kondektur yang tampaknya kasihan dengan saya yang bak anak hilang tak tahu menahu mengenai lokasi tujuan.😳

Tak menunggu seberapa lama, Ika akhirnya datang menjemput untuk menuju wisma yang ia tinggali. Alhamdulillah, perjalanan hari pertama lancar🙂

-bersambung, insyaalloh🙂

One thought on “[mBolang] #11 the lone ranger

  1. Pingback: [mBolang] #12 muter-muter dengan Commuter | Areeavicenna | Ex libris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s