demi ilmu ia menjelajah

Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. SM3T itu sendiri adalah singkatan dari Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal.

 

Daerah Sasaran program ini adalah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T di empat provinsi, yaitu Provinsi Aceh, NTT, Sulawesi Utara, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Maluku. Kabupaten yang ditetapkan sebagai sasaran Program SM-3T adalah kabupaten yang telah memberikan respon terhadap Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

– dikutip dari Maju Bersama Mencerdaskan Warga

Sabtu kemarin (30/08/2014), berawal dari rencana dadakan dan super kilat, akhirnya saya dan 3 rekan sesama SMA dapat berkumpul setelah sekian lama tak bersua. Memang momen istimewa karena sekaligus farewell party untuk karib super yang Senin pagi tadi (01/09/2014) terbang ke Nusa Tenggara Timur untuk mengabdi pada kemajuan nusa dan bangsa.

Karib saya tersebut menjadi salah satu peserta yang lolos program SM3T dengan melalui serangkaian seleksi dan akhirnya didapat keputusan bahwa ia akan mengabdi selama 1 tahun di Pulau Alor, NTT. Saat mendapat pesan singkat tengah malam dari nya seusai dirinya rampung pelatihan senin lalu, buru2 saya mencari tahu di mana Alor itu, dan objek wisata di Alor :lol:, dan dengan seketika saya memutuskan bahwa satu tahun ke depan saya akan berusaha mengunjungi karib saya tersebut di Alor sana *bismillah*. Ada sejimpit alasan untuk pergi mengenal Indonesia lebih dekat *tsaah*.

Mengenai SM3T sendiri awalnya saya kurang paham, karena memang program ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengambil studi bidang Pendidikan. Sempat dengar mengenai SM3T sebelumnya, namun semakin dibuat paham manakala Si Eneng, karib saya, melakukan proses seleksi dan rutin minta doa manakala ia akan melakukan tahapan test. Salut. Terlebih ketika saya ingat ucapannya sebelum keberangkatan pagi tadi,

“Ini tugas kita Ri, semoga aku bisa melakukan tugas ini dengan baik. dan semoga pemerataan pendidikan di Indonesia dapat dicapai. Kalo bukan kita generasi muda yang melakukan, lalu siapa yang akan memajukan negara kita.” – Ucap Siti Neng Mariyam

Matanya berkilat-kilat penuh semangat dan ketulusan, demi ilmu ia berani menjelajah. ah, saya benar-benar salut padanya.

“aku ingin mendapat pengalaman, ingin menularkan apa yang aku dapat, ingin menggunakan gelar sarjana ku dengan sebaik-baiknya. Ini bentuk bakti ku pada Orangtua ku dan negara ku. Ayo Ri, kamu pun pasti bisa. Jangan lupa untuk saling menyemangati. dan aku akan menjumpai mu satu tahun nanti saat kita sama-sama sukses.”

Amiin. Amiin. Amiin ya Rabb.

Sedih iya, tapi itu hanya 5 %, sedangkan 95%-nya adalah rasa bahagia, salut, bangga, gemes, excited akan pilihan yang diambil karib super saya tsb. Bagi saya, dirinya dan keluarganya adalah hal luarbiasa. Teman mengaji, teman diajak kesana-sini, teman cerita, teman yang selalu mendoakan untuk keistiqomahan tholabul ‘ilmi. Meski tidak seintens dahulu, namun manakala bertemu selalu saja ada kisah seru yang patut disimak dan diceritakan.

Semoga cita-cita kita tercapai teman2. Jangan putus usaha untuk membuatnya tak sekedar cita-cita. Yosh… Ganbatte ><

 

2 thoughts on “demi ilmu ia menjelajah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s