[mBolang] #7 Hargo Dumilah

hargo dumilah“Sembrono.” Reaksi Restu saat saya bercerita mengenai kegiatan pendakian kemarin. Salah satu teman yang menggemari hobi “menggunung”. Ia bilang tidak semestinya pendakian Lawu kemarin dilakukan dengan minim peralatan-perlengkapan. Dasarnya, kemarin saya tidak membawa sleeping bag maupun dome niatannya karena kami yakin cuaca akan bersahabat.

Iyah, saya akui pendakian lawu minggu lalu tergolong cukup nekat. Kami semua tahu ini sudah musim kemarau, meskipun tidak ada hujan, namun tantangan terbesar adalah angin malam yang amat dingin terlebih angin gunung. Sudah tahu demikian, tapi dari kami bersepuluh hanya seorang yang bawa Dome itupun start terlebih dahulu.

Alasan lain karena memang kami tidak mendapat pinjaman dome akibat membarengi tanggal 17 Agustus, padahal sama sekali tidak ada niatan untuk membarengi event hari Kemerdekaan RI. Tapi karena membarengi ya sudahlah tak mengapa. Juga sebagai motivasi jiwa nasionalisme kami.

Pukul 08.36 pm usai semua berkumpul kami memulai pendakian, ini kali kedua mendaki gunung pada malam hari, kalo kata orang lebih gampang, tapi ini susah brooo, why ???

  1. saya kudu punya penglihatan super dan melebarkan pupil daya maksimum kalo berjalan di kegelapan, pertolongan satu-satunya itu ya senter
  2. seringkali saya lupa sudah sejauh mana saya melangkah yang menyebabkan pengharapan berlebih telah sampai di tiap pos, yang notabene sebenarnya masih jauh di awang-awang
  3. ini yang paling nyebelin, temen2 sering membual kalo pos selanjutnya tinggal 2 tikungan lagi, padahal sebenarnya ada banyak belokan atau tikungan yang harus dilalui. Apalagi saat badan sudah benar2 lelah, dan kaki mulai berat untuk medan menanjak, beuuuhhh… rasanya kalau ada yang bilang “tinggal 2 belokan, Nyung”, pengen tak cabik2 yang bilang kek gitu . Minum air putih terlalu sering, bukanlah cara bijak saat pendakian
  4. ah ya, pendakian di malam hari apalagi malam tanggal 17 Agustus kemarin selain banyak orang, kita juga harus berkompetisi dengan pepohonan untuk mengisi paru2 dengan oksigen. Jadilah ngos-ngosan berlebih akan terjadi, seperti komentar mas-mas saat saya melaluinya, “Ngeri. Mbak-e nafas-e ngeri tenan.” *Iyo mas, trus kowe gelem gendong aku teko nduwur **

Walaupun sudah memaksakan diri untuk tidak minta break, tapi baru sampai sendang kahuripan saya sudah minta break. Yah bukan saya saja sebenarnya, tapi entahlah. Rasanya sesaat setelah break itu luar biasa segarnya, namun hal itu tidak bertahan lama, saat tanah mulai menanjak rasa capek sudah kembali menggelayut, seolah ada saja beban di kaki, nafas pun kembali tersengal-sengal, ingin rasanya minta break, namun malu sama diri sendiri. Pendakian gunung itu bukan perihal pembuktian dan ajang pamer ke orang lain, tapi lebih daripada pembuktian diri dalam menaklukkan rasa putus asa dan keinginan menyerah yang ada dalam diri sendiri. Kalu pesan teman saya, naik gunung itu semata-mata untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi segala rintangan nantinya, juga untuk mengukur sejauh mana tingkat kesabaran kita dalam mempertahankan semangat.

Ah itu memang benar, bagi saya melakukan pendakian berombongan seperti kemarin dengan target puncak gunung juga untuk mengetahui sikap satu sama lain, untuk saling mengenal teman, menghargai pendapat teman, menghargai perjuangan teman, meski memang setelah sampai puncak dan saat turun saya diledek oleh beberapa dari mereka karena pendakian yang membutuhkan waktu hampir 9,5 jam akibat permintaaan break yang durasinya lebih lama ketimbang waktu total perjalanan pendakian padahal saat turun gunung kami jauh lebih cepat, yakni pukul 1 turun gunung dan pukul 6 pm sudah sampai gapuro cemoro sewu. *hehe, sepurane*

Yang unik dari pendakian kemarin,

  1. setelah melewati pos 2, banyak sekali pendaki yang tampak tidur di sepanjang jalan pendakian yang notabene bebatuan yang menganak tangga. Semakin mendekati puncak, semakin sering kita jumpai gulungan sleeping bag berisi daging teronggok begitu saja. Well, yeah sudah tengah malam memang. Jadi mungkin tenaga sudah banyak terkuras untuk pendakian
  2. ada banyak rombongan pendaki, umumnya terdiri dari 6 sampai belasan orang. Baik laki-laki maupun perempuan, semua tampak bersemangat menyapa satu sama lain saat berpapasan terlebih ketika melalui pos 3 menuju pos 4 yang medan jalannya memang super menanjak, banyak pendaki yang saling menyemangati padahal kami tidak kenal satu sama lain. Lihat wajahnya aja nggak jelas, apalagi kenal -.-
  3. entah itu perasaan saya saja atau bagaimana, rute pos 3 dan pos 4 memiliki aroma yang khas. Aroma limbah produksi manusia *Sial
  4. Sampai pos 5 ada banyaaaaakkkk sekali tendaaaaa, ini kali pertama saya melihat di Lawu ada banyak tenda seperti kemarin. Warna-warni dan cantik2 semuaaa. Dan sunrise di ujung tebingnya luar biasa so swiiiitttt *haaha, walaupun saya tidak melihat dari awal karena ketiduran. Lol*
  5. Tidur berjamaah tanpa adanya dome, tepat di tebing bawah Puncak Hargo dumilah.
  6. Lari dari pos 3 menuju pos 1, gara2 banyak faktor. Mulai dari ditinggal rombongan karena Rino ngambek, ditinggal Ika yang jauh di depan, dikejar Teguh dan Nisa yang ada di belakang, sampai dikejar waktu sholat.

Meski pendakian kemarin benar2 bikin capek, bikin kaki gempor, bibir pecah2 sampe ilangnya selera makan gara2 gigi tumbuh *oke, yg ini ga ada hubungannya dengan pendakian* tapi rasa senengnya juga LUAAARRRR BIASAAAA, kepuasan batinnya itu lho yang nggak bisa tergantikan. Meskipun naiknya sambil ngantuk, capek dan laper luar biasa, juga kedinginan karena dihantam angin malam gunung, Kalau diinget2 lagi, rasanya pengen senyam-senyum sendiri dan gregetan pengen ngRewind pendakian kemarin. Sumpah, Hepiiiiiii bangeeeeeetttt. Alhamdulillah.

credit :

Our heroes and Heroines : Nisa, Ika, Teguh, Rino, Deni, Burhan, Nug, Tunjung, Toni, Insan. Thank You so much😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s