[Moving Class] #10 Birdwatchers in Action part III -end-

segoro gunung part 3

[ah ternyata sudah berlalu satu bulan. Rasanya baru kemarin pulang dari Segoro Gunung  ]

Hari ke-3,

28 April 2013

Masih sekitar pukul 3 pagi di hari Minggu, 28 April 2013. Ke-16 peserta yg telah berhasil menemukan Pin Kepak Sayap, dipersilahkan istirahat dan kembali ke dome masing2. Bagaimana dengan 9 peserta lain ? well, mereka masih mencari pin di lokasi yang berbeda tentu saja. Lokasi baru ini sudah disiapkan dengan lebih dari 10 pin yang disebar, sekedar jaga2 saja, takutnya kalo hanya 9 pin yang disiapkan mungkin ada peserta yang tidak berhasil menemukannya. Jadi jumlah pin yang disebar jauh lebih banyak dari jumlah peserta yang belum beruntung mendapat pin di kesempatan pertama *baiiiikkkk khaaaan😆 *

Kegiatan pagi usai sarapan ialah senam pagi bersama, Alan didaulat menjadi instruktur senam pagi dan dari sisdiksar ada Dera yang lucu nan imut seperti Dora. Senam pagi sangat menyenangkan, ada-ada saja celetuk dari peserta yang bikin suasana senam jadi tambah seger. Ah ya, lagi2 saat senam ini si Alan digodain sama adek sisdiksar cewe

Usai senam, its time to birdwatching… kelompok sisdiksar sudah ditentukan jauh2 hari, awalnya ada 15 peserta namun pada hari terakhir satu peserta ijin sehingga tersisa 24 peserta. Jadinya ada satu kelompok yang hanya terdiri dari 4 orang. Panitia sendiri juga dibagi menjadi beberapa tim untuk berjaga dibeberapa pos. Kami menentukan 3 Pos utama dan 2 Pos bayangan. Tiap-tiap pos memiliki andilnya masing2, pos 1 sebagai pos pengetahuan mengenai burung dari sisi morfologi burung (ada Alan, Tendi, dan Mas Ridwan yang bertugas). Pos bayangan 1, berupa P3k yang bertugas Eka dan Nisa. Pos 2 pengetahuan mengenai pakan burung dan serba-serbi lainnya, panitia yang bertugas Fibri, Rino dan Teguh. Saya, Hanni, Nugroho berada di Pos bayangan terakhir. Tugas kami memastikan berkobarnya semangat sisdiksar dan memastikan jarak antar kelompok agar tidak terlalu berdekatan satu sama lain. Pos 3 yakni pos game, game yang dimainkan mengenai 3 tingkah laku burung yakni soaring, hovering dan *lupa * disini Tunjung dan Arif yang bertugas. Teman-teman panitia yang tidak bertugas, menjaga keamanan camp, yakni Deni, Imam, Yanuar.

Setelah selesai briefing dengan peserta sebentar mengenai apa-apa saja yang mesti mereka lakukan selama birdwatching, Kelompok 1 dipersilahkan melaksanakan pengamatan terlebih dahulu dan jeda antar kelompok adalah 15 menit untuk menghindari penumpukan pengamat dalam satu lokasi. Ah iya, pola ini berdasar pengalaman beberapa teman ketika kompetisi pengamatan burung di Gunung Merapi kemarin.

Baru juga kelompok 1 yang jalan, saya dan Hanni sudah ambil posisi berjaga di pos bayangan. Menit-menit awal sih semangat bener, kami jajan di warung terdekat, makan permen ngobrol sana-sini. Setelah melewati 30 menit pertama kami dilanda resah, pindah lokasi duduk pun sudah beberapa kali, dari lesehan di jalanan, duduk dibangku, berdiri, ke utara ke selatan, semuanya sudah dilakuin, tapi nyatanya kami benar2 bosan . Dan menyadari kalo kami ini berjaga di pos bayangan terakhir semakin membuat kami jadi tambah bosen.

Well, setelah hampir satu jam kami pun memutuskan berjalan mendekati pos 2, dan saat melihat pos 2 betapa ramai dan tampak menyenangkannya di sana. waaaa Ada Teguh, Nug, Fibri dan Rino, empat orang men dalam satu lokasi pasti topik pembicaraan lebih bragam dibanding saya dan hanni yang hanya berdua -.-

Ya sudah lah, kami memutuskan sebentar di Pos 2 sambil menunggu kelompok 1 . Obrolan demi obrolan mengalir hingga terhenti ketika saya melihat di sebelah utara seperti ada burung yang sedang soaring. Pas bilang ke temen2 langsung deh ketahuan kalau itu adalah elang, hwaaaaa….. kami jadi heboh. Tambah heboh pas ntu burung yang kata Teguh adalah burung Elang Hitam datang mendekat posisi kami berdiri, dekaaaatttt amat dekaaattt dan benar2 kelihatan besaaaaarrrr *Fabulous*. Seolah2 tahu diamati, burung elang itu tampak menggoda kami untuk mendekati posisinya bertengger, Rino dan Teguh yang antusias menaiki bukit mendekati posisi Elang bertengger pada pucuk pohon yang tinggi. Sementara itu kelompok 1 telah sampai ke Pos 2, saya dan Hanni dengan antusias berbagi cerita mengenai burung Elang tersebut, dan mereka pun tampak antusias menggunakan binoks berusaha mengamati elang yang sedang bertengger. Belum selesai rasa takjub kami, datanglah kelompok 2. Si elang yang cukup lama bertenggert tersebut, akhirnya mengepakkan sayapnya kembali dan terbang tepat di atas kami, dan tampak seperti sengaja memamerkan kekuatannya manakala mengepakkan sayapnya dan soaring di atas kami.  FYI, kemarin itu kepakan sayap si Elang bener2 terdengar jelas lho, itu menunjukkan kalau si Elang memang terbang rendah di atas posisi kami berdiri.

Ah, puasssss…. dan benar2 terbayarkan bermalam 2 hari didalam tenda yang super dingin dengan melihat si Elang. Ini kali ketiga saya melihat Elang terbang bebas dan dekat dengan posisi saya berada selama saya tinggal di Jawa. Awesome.

Dan seperti bisa diprediksi, Pembicaraan selanjutnya setelah melihat elang adalah serba-serbi per-elang-an. saya, Hanni, Rino dan Nugroho meninggalkan pos 2 menuju pos bayangan terakhir dengan topik pembicaraan segala sesuatu mengenai Elang dan pengalaman melihat Elang. Seperti tak ada bosennya membicarakan ketakjuban manakala melihat elang.

Sampai di pos bayangan, Rino melanjutkan perjalanan menuju camp melewati pos 3 untuk memastikan bahwa kondisi terkendali. Saya, Hanni dan Nugroho pun melanjutkan ppembicaraan mengenai E-L-A-N-G *lol*. Entahlah apa yang menghentikan topik pembicaraan elang itu, yang pasti kami membicarakannya berulang-ulang tanpa bosan.

Setelah cukup lama menanti, sisdiksar kelompok 1 akhirnya sampai ke Pos bayangan. Standar lah, mereka memperkenalkan kelompok, menyanyikan yell-yell nya, kami bertanya mengenai jumlah burung yang sudah berhasil diamati, apakah mereka senang melakukan kegiatan birdwatching and the most fascinated thing that they ever had saat birdwatching, terakhir we make sure apakah mereka masih ingat tanda jalan yang dibuat supaya tidak tersesat.

Pukul 11.00, Kelompok 2, 3, 4 dan 5 pun satu persatu sampai ke pos bayangan terakhir, ada banyak hal yang mereka sampaikan. Seperti kelompok 3 yang takjub ketika melihat burung walet, kelompok 1, 2 dan 4 yang takjub melihat Elang, kelompok 5 yang dikawal oleh banyak panitia karena memang kelompok terakhir. Tampak kalau mereka semangat dan antusias saat birdwatching kemarin *Panitia juga ikut seneng, *

Tapi nyatanya, insiden kembali terjadi. Saat saya dan teman2 panitia berjalan di belakang kelompok 5, saya dan hanni yang memang berjalan duluan dikejutkan oleh si Tunjung yang turun dari pos 3 menuju posisi pos bayangan untuk bertanya keberadaan kelompok 3 dan 4. Waladala . Kami kaget dong, orang jeda antara kelompok 2 dan 3 saat sampai ke pos bayang cukup dekat, tapi kenapa kelompok 3 belum sampai pos 3.  Mana kelompok 4 juga demikian. Dimana merekaaaa ????

Alan, sie acara tampak kalang kabut, berlari duluan menuju basecamp, siapa tahu kelompok 3 dan 4 salah jalan dan langsung ke Basecamp, karena memang saat menuju pos 3 peserta akan melihat basecamp dari kejauhan dan ada jalan singkat menuju basecamp dari tengah rute menuju pos 3.

Deg-deg-an juga takut kenapa2, karena anak banyak orang men, takutnya mereka tersesat jauh dan angan saya melambung terlalu liat seperti di film-film, jangan-jangan mereka terjerat lumpur hidup, atau terbelilit tumbuhan karnivora, atau berjumpa hewan buas atau dibakar oleh penduduk asli primitif yang belum pernah turun gunung yang ternyata adalah kanibal. Hwaaaaaa jangan ya Alloh

Sempet memutuskan untuk ikut mencari, akhirnya saya malah mengambil jalan singkat menuju basecamp. Sambil berusaha positif thingking bahwa mereka tidak tersesat terlalu jauh. Eh, ditengah jalan saya berjumpa dengan kelompok 3 dan 4 yang memang ternyata tersesat akibat tidak melihat tanda jalan. Alhamdulillahnya mereka tampak sehat dan seperti tidak menyadari kalau mereka tersesat sebelum ditemukan oleh Alan and Team.

Dengan tenang, saya melenggang menuju basecamp, merebahkan diri di tenda, dan kemudian saya dibangunkan oleh Nisa dan Eka. *hheh, ketiduran *

Usai makan siang, kami sharing-sharing dengan peserta mengenai burung apa saja yang berhasil mereka jumpai, bagaimana ciri-cirinya dan hal-hal lain yang menarik perhatian mereka dan ditutup dengan istirahat sejenak.

Pukul 15.00 usai packing, peserta dikumpulkan kembali untuk upacara penutupan sekaligus pemasangan pin sebagai tanda bahwa mereka resmi menjadi anggota Kepak Sayap. Ah iya kemarin juga diumumkan Kelompok terbaik saat pengamatan burung, yang jatuh pada kelompok 1. Sebagai bentuk apresiasi, kelompok 1 adalah satu2nya kelompok yang memperoleh slayer kepak sayap sebelum acara slayerisasi yang diadakan 1 dan 2 Juni 2013.

*Well, meski melelahkan tapi tetap menyenangkan bersama banyak teman. Terimakasih untuk semua yang berpartisipasi pada acara KS Kepak Sayap di Segoro Gunung, 26-28 April 2013. Mohon maaf bila ada peristiwa atau cara penyampaian cerita yang kurang berkenan di hati teman2, tanpa bermaksud menyinggung siapapun, ini adalah memori indah nan menyenangkan. Ciyus

6 thoughts on “[Moving Class] #10 Birdwatchers in Action part III -end-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s