[Moving Class] #8 Birdwatchers in Action (I)

latsar lanju

1 st DAY Jum’at, 26 April 2013.

The Agents : Yanuar, Deni, Teguh, Alan, Rino, Fibri, Arif, Tunjung, Imam, Toni, Annisa, Hanni, Nung Ria, Ika, Indira

Ceritanya hari Jum’at (26/04) kemarin saya dan beberapa teman yang tergabung dalam KS Kepak Sayap pergi ke Segoro Gunung untuk persiapan DikLatsar kedua, Diklat Latihan Tingkat Dasar untuk anggota baru KS Kepak Seyap (disingkat: PaSya) dan Latihan Tingkat Lanjut (LANJUT) bagi anggota KS yang telah mengikuti Diklatsar pertama.

Pukul 13.00 WIB saya sampai ke kost Annisa, 1 dari 7 perempuan anggota KS Kepak Sayap. Ternyata sudah ada Ika di sana, anggota perempuan lainnya. Saya rehat bentar disana sambil checking perkap yang perlu dibawa mengingat kami akan berada di Segoro Gunung hingga hari Minggu nanti.

14.00 WIB. Usai makan bakso Tik-Tok di pinggir Danau pertanian, Saya bersama Hanni, Annisa, Ika, dan beberapa rekan PaSya lainnya berkumpul untuk cek perkap yang akan dibawa di pelataran parkir bawah FMIPA UNS. Pukul 14.30 WIB, kami berdoa dan pergi dengan berkendara sepeda motor menuju Bumi Perkemahan Segoro Gunung yang berada di wilayah Karanganyar.

Dan tahukah kalian, perjalanan menuju Segoro Gunung kemarin bener2 bikin ketar-ketir, bocah2 pada ngebut, sama halnya dengan Hanni yang ngeboncengin saya. Setiap kali tikungan tajam, saya yang awalnya santai kayak di pantai, seketika menjadi deg-deg-an nggak karuan gara2 Hanni bilang kurang gitu handal ketika belok ke kanan. E busyet dah. Gara2 si Hanni bilang kek gitu, saya semakin merasakan ketidaknyaman dan ketidakamanan manakala si Hanni memanuver si motor ke arah Kanan. *Bismillah, slamet ya Alloh, slamet ya Alloh.

16.00 WIB, finally *fyuh* kami tiba di rumah penduduk yang mengelola Bumi perkemahan Segoro Gunung, istirahat dan menikmati pemandangan hutan yang memang tak akan pernah kami jumpai di Solo.

Ah iya, ini adalah acara Latsar (Latihan Dasar) kedua KS Kepak Seyap dan Lanjut pertama untuk temen2 yang sudah menjadi anggota Latsar 1. Sedikit berbeda dengan Latsar 1, Latsar 2 ini bertempat di Segoro Gunung, wilayah perbukitan yang masih satu kesatuan dengan jajaran Gunung Lawu dan Tahura yang ada di Desa Segoro Gunung, Karanganyar. Bagi saya ini kali pertama untuk berkemah dan berkunjung ke Bumi Perkemahan Segoro Gunung. Dibandingkan Tahura, untuk menuju segoro gunung dibutuhkan keistiqomahan yang tinggi, karena jalanannya berkelak-kelok, dan sebagian badan jalan telah rusak dan lagi lebar jalan yang tak seberapa ditambah tak adanya pengaman di bahu jalan padahal kami berhadapan langsung dengan jurang yang curam. Bisa dibayangkan betapa ngerinya kalo sampai tak hati2.

Alhamdulillah, cuaca mendukung, tak ada hujan. Tiga dome dan 1 tenda barak pun dibangun mengingat ada 15 orang panitia yang berkemah. Setelah tenda berdiri dan sedikir cuap2 dengan teman2 kami pun merasakan rasa lapar yang tak tertahankan. Akhirnya Deni dan Teguh hendak turun gunung untuk beli regulator gas (yep, kita bawa gas 3 kg beserta kompor subsidi pemerintah, tapi nggak bawa bahan buat dimasak -.-) juga dipercaya untuk beli makan dan bahan2 makanan untuk hari Sabtu demi kelanjutan hidup kami di gunung (poor us). Sebenernya para perempuan jauh-jauh hari sudah berdiskusi dan menawarkan beberapa alternatif konsumsi ke temen2 pria, tapi  itu para namja *red:pria* bilangnya,

“ah ntar beli makan di sana aja. Beli sayurnya juga di sana aja.”

Oke, kita sebagai perempuan dan kaum minoritas di kelompok ini manut dengan saran para pejantan. Karena toh pun tampaknya mereka sangat yakin dengan opini tersebut. Eh, sampai sana barulah mereka bilang,

“yah, tau gitu beli sayur nya di bawah aja (baca: solo).”

Langsung donk saya dan Nisa sedikit nyolot perihal usul kita beberapa waktu lalu, tapi ya sambil guyon. Walhasil sampe pukul 8 malam, kami baru bisa makan besar setelah pukul 17.00 wib kami yang tertinggal di basecamp mengonsumsi gethuk singkong yang di bawa Toni untuk menyumpal perut kecil kami😛

Usai sholat Isya, eating timeee.. (yee… tengkyu Denok – Ocid). Dan saat makan bareng teman2 di alam terbuka seperti inilah hal paling menyenangkan dibandingkan apapun. Kami berbagi air minum, bahkan berbagi lauk untuk dimakan. Such fascinated thing. Usai makan,diterangi sang rembulan pukul 19.30 hingga 22.00 WIB kami briefing. Briefing dilaksanakan demi kelancaran acara hari Sabtu, sperti rencana jalur tracking, pembagian pos, pencarian PIN, pokoknya rundown acara hingga hari Minggu. Tapi yang namanya briefing sama teman sejawat itu tak akan bertahan serius, malahan proporsi guyon dan celetukan hina lebih banyak dibanding materi briefing itu sendiri. Mas Ridwan yang baru saja datang menambahkan mengenai materi keorganisasian dan pemantapan bagi kami semua untuk “survive” di KS Kepak Sayap ini (yes. Kami pasti bisa).

Setelah briefing kami istirahat untuk mempersiapkan stamina esok harinya karena akan dilakukan tracking lokasi birdwatching bagi SISDIKSAR (Siswa pendidikan dasar) Kepak Sayap. Kami kaum minoritas diberi jatah satu dome besar yang sebenarnya akan nampak sempit manakala dihuni oleh 5 orang. Saya, Nisa, Hanni, Ika dan Tendi, bergumul dalam satu dome. Berbagi kehangatan karena tanpa kami nyana pagi hari di Segoro Gunung itu luarrrr biasaaaa dinginnya, ditambah hanya Nisa yang bawa sleeping bag. Brrrrr….

bersambung part II -insyaAlloh [^^]

One thought on “[Moving Class] #8 Birdwatchers in Action (I)

  1. Pingback: [Moving Class] #9 Birdwatchers in Action part II | Areeavicenna | Ex libris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s