Antara Indonesia dengan Belanda ada Batik

PIONEER

person who is the first to study a new area of knowledge ;

be one of the first people to do, discover or use something new

Itu pengertian pionir berdasar Oxford Dictionary, yang mana kalau diartikan dalam bahasa Indonesia secara singkat dapat dikatakan pionir adalah perintis dalam menciptakan/menggunakan hal yang benar-benar baru. Berdasar arti bahasa tersebut, bilamana disuguhkan rangkaian kata “Dutch Pioneering” saya mengintepretasikannya menjadi, Belanda sebagai Perintis/pencipta.

Inilah yang dilakukan Belanda manakala “mengorganisir” negara kita selama 350 tahun. Manakala rakyat Indonesia masih dipusingkan dengan permasalahan kasta dan pangkat, para meneer dan mevrouw malah “melebur” dalam struktur sosial Indonesia, membaur dengan rakyat Indonesia. Sehingga mereka pun berasimilasi dengan menggunakan pakaian yang digunakan oleh kaum priyayi *Well, mereka menganggap kulit putih setingkat lebih tinggi dibanding bangsa pribumi yang berkulit lebih gelap*.

Kain Batik merupakan budaya lokal yang mana pada abad 18-19 digunakan oleh kebanyakan penduduk Indonesia. Semakin banyak koleksi kain batik yang dimiliki menunjukkan kedudukan/strata sesorang dalam lingkup masyarakat.  Bahkan pada era tersebut menunjukkan kain batik bagi para tamu yang berkunjung bukanlah hal ane, karena memang kain batik memiliki nilai investasi pada era nya. Hingga saat ini, bila hidup di wilayah pedesaan tak jarang kita menjumpai seseorang yang menggadaikan kain batiknya untuk memperoleh uang. Well, ya karena itu tadi, batik memiliki nilai investasi.

Akibatnya kain batik yang pada jaman dahulu digunakan sebagai ajang gengsi para wanita priyayi pun digunakan oleh para meneer dan mevrouw sebagai pakaian keseharian mereka. Menurut laporan, bahkan pada puncak abad ke-19, batik yang berasal dari Indonesia ini diperkenalkan ke Belanda dan diproduksi di Belanda sana, berkebalikan dengan wanita Indonesia pada jaman itu yang memproduksi batik untuk keperluan pribadi.

Menurut Harmen C. Veldhuisen (1993), penulis buku “Batik Belanda 1840-1940 Dutch Influence in Batik from Java History and Sources”, terdapat perbedaan antara batik belanda dengan batik produksi lokal. Corak batik lokal yang didominasi warna kecoklatan (kecuali batik pesisir utara yang berwarna lebih cerah) dan memiliki pola yang mengandung filosofi tertentu ini, batik belanda sengaja didesain dan disesuaikan dengan selera masyarakat Eropa, sehingga pada jaman tersebut dibanding menggunakan trademark masyarakat pribudi dengan budaya adiluhungnya, mereka menggunakan batik sebagai media untuk mengeksplorasi keindahan yang pada umumnya digunakan motif bunga dibanding motif simbol2 dengan filosofis tertentu. Sehingga, Pada era itu dijumpai adanya batik bercorak cerita Si Kopiah Merah, Snow White, Hanzel and Gretel yang merupakan dongeng di kalangan masyarakat eropa. Selain itu ada juga tema batik seperti Batik Sirkus, Batik Kapal Api dan Batik Wayang.

Kiri ke kanan : Si Kopiah Merah, Serigala, Pohon

Gambar 1. Kiri ke kanan : Si Kopiah Merah, Serigala, Pohon

Catharina van Oosterom  (1845) dan Ms. L. Metzelaar (1880) warga Belanda di Indonesia yang tercatat sebagai pionir awal mula adanya batik motif bunga dengan gradasi warna alam yang membedakannya dengan batik Indonesia. Kesamaan antara motif batik Belanda dengan motif batik Indonesia adalah isen-isen pada batik Belanda sama persis dengan batik Jawa, karena pemilik tidak memberikan isen pada patron pola yang mereka buat sehingga para pembatik memeberikan isen sesuai dengan isen yang biasa mereka buat untuk batik.

(Kadarsih, 2006).

gambar 2. motif bunga pada batik belanda

Jadi, Belanda tak hanya mempengaruhi Indonesia guys, tapi Indonesia juga “sempat” menjadi faktor kepionir-an Belanda dalam terciptanya kreasi Batik Belanda:D

Sumber :

Veldhuisen, Harmen C. 1993. Batik Belanda 1840-1940 (edisi terjemahan oleh Agus Setiadi). Jakarta : Gaya favorit Press.

Kadarsih, Heni. 2006. Perwujudan Batik pada Masa Kolonial Belanda di Jawa: Sebuah Kajian Estetis tentang Desain. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Gambar :

Gambar 1 : http://cs.nga.gov.au/IMAGES/MED/111670.JPG

Gambar 2 : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=198309707

3 thoughts on “Antara Indonesia dengan Belanda ada Batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s