[Review Buku] The Coffee Shop Chronicles

The Coffee Shop ChroniclesThe Coffee Shop Chronicles by Aditia Yudis

My rating: 3 of 5 stars

Saya mengambil buku ini karena cover dan judulnya, “The Chronicles.. ” woww… semacam ada sihir yang tersimpan dibalik halaman buku ini. Sempat sebentar membaca testimoni di cover belakang dan menimang dengan buku lain, akhirnya saya memutuskan untuk memboyong buku ini pulang ke rumah. Memang tidak serta merta saya baca, karena ini adalah kumpulan cerpen maka saya memutuskan untuk membacanya perlahan sambil menikmati cerita-ceritanya.
The Coffee Shop Chronicles ini merupakan kumpulan ide menulis yang sebenarnya dimulai dari cerita yang berjudul “Tuan Arsitek”, lalu oleh beberapa penulis lainnya dikembangkan menjadai 29 cerita pendek lain yang setting dan tokoh2nya saling berkaitan satu sama lain. Settingnya sendiri di sebuah coffee shop di Yogyakarta, tokoh utama dari tiap cerita pun berbeda, namun mereka (tokoh utama) adalah pengunjung coffee shop yang sama, “Priya’s Coffee”. Beberapa cerita sedikit terkesan cerita pemula, artinya penokohan dan karakter maupun segi alur ceritanya sedikit timpang dengan cerita lain yang sangat matang alur ceritanya. Yah mungkin karena diisi oleh berbagai kepala, itu lah bahayanya menulis cerpen (menurut saya).
Ada beberapa cerita yang satu tipe, dan banyak yang berupa slice of life. Yang sedikit berbeda menurut saya “Twisted thriller story”, awal membaca sih saya kira Priya’s coffee akan ada psikopat gila yang bersembunyi, tapi ternyata… well twisted. Adapula cerita yang sering saya baca di manga, yakni tentang seorang pengunjung Priya’s Coffee yang mengamati sekeliling toko kopi, lalu keluar dari toko kopi itu untuk mendapati dirinya telah “berganti alam”. Tapi cerita paling saya sukai ya “Tuan Arsitek” dan kelanjutan konflik si Tuan Arsitek itu sendiri.
Saya tidak menjumpai typo di kumcer ini, well done untuk editornya.
Satu quote yang saya tandai dari kumcer ini,
“… inilah Kala, selama kata masih bisa digantikan dengan gerak tubuh ia tidak akan mau buang-buang suara.” -halaman 126
bukan apa2 sih, saya cenderung suka dengan tokoh yang memiliki sifat “hemat” bicara ini.

3 dari 5 bintang untuk Kumcer satu ini🙂

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s