[Random Thought] #9

bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk para muslim untuk tersenyum ke sesama muslim lain ?

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“[HR at-Tirmidzi (no. 1956), Ibnu Hibban (no. 474 dan 529) dll, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).].

bukankah itu juga menandakan bahwa hendaknya kita (muslim) tidak bermuka masam dihadapan sesama muslim ?
(Dalam hadits lain) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia denga hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu“[HR al-Hakim (1/212) dll, hadits ini sangat lemah, dalam sanadnya ada Abdullah bin Sa’id al-Maqburi, dia seorang yang sangat lemah dan ditinggalkan riwayatnya, sebagaimana ucapan adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar dalam “Taqriibut tahdzib” (hal. 256). Lihat “adh-Dha’iifah” (no. 634).].

ah, namun terkadang untuk ceria atau sederhananya menyunggingkan seulas senyum itu bukan perkara yang mudah ya Rabb. Terlebih ketika tengah menghadapi permasalahan yg tak kunjung dapat solusi.

seperti belakangan hari ini ya Alloh, rasanya susah sekali untuk berbagi seulas senyum. Karena Adakalanya pikiran dan perasaan ini tak sejalan. Adakalanya ingin mengeluh, melepaskan semua rasa ketidaklegaan. tapi bukankah itu mencerminkan rasa ketidakbersyukuran ya Alloh ?

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

ya Rabb, aku bukanlah hamba mu yang sempurna, bahkan jauh dari kata sempurna, yang terkadang lalai akan perintah Mu, yang terkadang goyah dalam penjagaan iman, yang terkadang perlu ditegur dalam berbagai hal, dan aku percaya ini merupakan jalan yang memang harus aku tempuh untuk mendapatkan hasil manis dikemudian hari. Bukankah begitu ya Alloh ?
Semoga diri ini menjadi hamba yang tak lalai oleh nikmat Mu. Amiin.

Source:

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/keutamaan-tersenyum-di-hadapan-seorang-muslim.html

http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/memahami-syukur.html http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bersyukur-dengan-yang-sedikit.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s