Spongebob, beda tipis

Pernah nonton SpongeBob Squarepants ??

Semasa  SMA dulu ini adalah tayangan yang selalu saya tonton sebelum berangkat sekolah, karena merasa sudah terlalu jenuh dengan Dora The Explorer yang saya tonton semasa SMP *yep, kinda like Masa Kecil Kurang Bahagia*

Di salah satu episode nya *yang kerap diputar ber-ulang-ulang-ulang-dan-ulang* SpongeBob mendapat tugas dari Nona Puff sang guru di sekolah mengemudi untuk menulis 200 kata mengenai hal yang tidak boleh kamu lakukan pada saat lampu merah yang akan dikumpulkan di hari berikutnya. Cukup mudah, tapi dengan karakter SpongeBob yang “unik” hal ini menjadi suatu hal yang susah. Karena SpongeBob membuat permasalahan ini menjadi complicated. SpongeBob benar2 kehilangan akal akan apa yang ingin ia tulis. Dengan usaha ekstra dia menyentuhkan ujung pensilnya di atas kertas. Eksyennya seh nulis dengan serius, hingga berpeluh. Namun ketika di syut, ternyata yang ia tulis hanya “THE” yang dibuat begitu apik seperti floral.😆 spongeBob pun mulai cemas, karena waktu terus berjalan. Dan ia baru mendapat satu kata.

Lalu bel pintu rumahnya berbunyi, datanglah pak Pos menyampaikan surat. Dipersilahkannya masuk, namun dengan ajaibnya Pak Pos itu tahu kalo SpongeBob sedang mengerjakan proyek 200 katanya,

“Kerjakanlah tugas mu itu, Aku tidak ingin menjadi alasanmu untuk tidak mengerjakan tugas itu.”

Haha… lalu dengan alasan yang mengada2, SpongeBob menelpon Patrick si Bintang Laut. Hal yang sama juga terjadi, Patrick yang biasanya dungu ini tahu kalo ia akan dijadikan alasan untuk SpongeBob tida mengerjakan tugas 200 kata.

Putus asa, SpongeBob pun menjadi frustasi. Jam dinding dirumahnya berubah secara menyeramkan menuntut spongeBob utk segera merampungkan tugas 200 kata, dan tiba2 tubuhnya mengecil. Lilin di meja belajarnya menjadi hidup, dan membakar 1 kata yang telah diperoleh SpongeBob. Semuanya semakin menggila ketika api menjalar ke seluruh rumahnya. SpongeBob “mini” berlari, detak jam semakin membuat situasi menjadi ruwet dan penuh tekanan.

Dan ternyata itu semua hanya mimpi SpongeBob. *beuwh* 

Merasa konyol dengan mimpinya spongebob pun tertawa lepas, betapa terkejutnya Spongebob ketika melihat jam dinding dan deadline pengumpulan hanya tinggal beberapa menit lagi. Lalu muncullah ilham secara tiba-tiba sehingga spponge bob mampu menyelesaikan tugasnya tersebut. Tergesa-gesa, spongebob menuju sekolah mengemudi dengan kertas yang terdiri dari 200 kata. Tapi sayang sekolah dilburkan karena Nona Puff Harus pergi ke suatu tempat *unsure, udah rada lupa ceritanya*.

Ironisnya bukan kertas 200 kata yang di sobek oleh spongebob sebagai bentuk kekecewaan, tapi badannya yang terbuat dari Sponge lah yang “menyobekkan” diri.

😆

Ini serupa dengan saya. Mungkin secara tidak sadar, kebanyakan dari readers juga seperti itu.

Dalam satu fase kehidupan *ce’ile bahasanya*, ada saatnya seseorang menjadi sosok yang sangat bersemangat menjalankan kehidupannya. Namun pada titik tertentu sampailah ia pada titik jenuh dengan aktivitasnya, ingin rehat sejenak.

Saya sendiri terkadang merasa 24 jam waktu yang ada itu kurang. *ketauan malesnya😀 *. Terkadang bila sedang malas2nya, dan banyak sekali tugas kuliah yang mesti dirampungkan dalam tempo waktu yang singkat. Bukannya malah sigap mengerjakan tugas2 tersebut, tapi malah sibuk dengan hal2 lain yang sebenarnya bukan prioritas utama dan bisa dilakukan di lain waktu. Seperti ketika ujian Immunologi hari senin kemarin, bukannya belajar saya malah asyik mendonlod drama, menunggunya dengan sabar sambil gugling film-film lawas yang boxoffice, posting blog, padahal ada teman saya, si Ophi yang sedang begadang belajar 2 materi kuliah karena ada 2 ujian dalam hari yang sama. Lalu ketika bangun jam 2 pagi bukannya buat memperdalam materi saya malah nonton Boys Before Flower  . Berat untuk mengatakan, tapi terkadang saya membenci sebagian dari sikap saya ini.

Seperti sekarang ini pula, bukannya belajar dan nyiapin slide presentasi untuk seminar hari Jum’at nanti malahan nggak jelas buka-buka folder lawas, re-play film-film donlod-an, trus ngrecokin mas nanang yang lagi gugling mobil mainan. Dan ini malah sempet curhat di blog segala *yare.yare*

Ya Alloh, salah siapa ini ?

*Salah mu, Nung

—-

credit pic : [here]

5 thoughts on “Spongebob, beda tipis

  1. hahaha termasuk saya juga sering seperti ini.. terkadang ngerasa banyak ngerjain useless things,, but its okey, yg penting nggak kelewat bates dan segera kembali ke jalan yang benar hihi :p

  2. Pingback: Saya [sudah] Semprop « Areeavicenna | Ex libris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s