[Moving Class] #5 : Cerita Minggu Pertama di BBKPM Surakarta

Sejak tanggal 12 Juli 2012 kemarin, saya beserta 2 orang teman Biologi, Majedha Hayun dan Meutia Srikandi praktek kerja lapangan (PKL) di BBKPM (Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat) Surakarta yang terletak di Jajar, Surakarta.

Tiga hari pertama kami benar2 canggung, merasa asing, belum banyak bicara dan masih dipenuhi rasa takut untuk melakukan hal2 yang tidak diberitahukan sebelumnya. Jadi isinya 3 hari pertama PKL itu adanya Cuma diem, nanya, bilang iya padahal nggak paham ato sesekali nglirik pekerjaan pembimbing diem2 biar ndak kena marah

Di BBPKM jam kerja efektif dari jam 8.00 – 12.00 WIB. Yah, memang 4 jam, tapi percayalah 4 jam itu berasa panjang ketika saya harus mengukir dahak pada kaca preparat . Untuk minggu pertama saya memang kebagian untuk di Lab. Mikro, yakni melakukan aktivitas smear dahak diatas kaca preparat. Sederhana memang, namun ternyata banyak aturan tak tertulis ketika melakukannya. Jangan dipikir gampang untuk ambil dahak kemudian diratakan pada kaca preparat. Tidak sesederhana itu bung, saya harus mengambil dahak yang memiliki keaneragaman kekentalan, bilamana dahaknya terlalu kental akan sedikit lebih sulit untuk diambil karena kerekatan antara molekul dahak, bila terlalu encer apalagi hanya ludah saja akan menyebabkan hasil smear yang tipis dan pada pewarnaan nanti akan tampak transparan pada mata telanjang. Pertama kali melakukan aktivitas smear dahak, saya ditegur berkali2, dari salah pegang lidi spreader, salah metode ambil dahak, kurang meratanya dahak, sampai pewarnaan yang kurang sempurna . Hari kedua kata pak Pembimbing hasil smear saya bagus untuk tingkatan pemula. Horeeee… Alhamdulillah.

Selain Lab. Mikro adapula lab. Kultur, di lab. Kultur dilakukan aktivitas meng-kulturkan sampel dahak. Media yang digunakan adalah LG (campuran dengan telur bebek) sehingga warna medianya adalah biru muda. Metodenya adalah metode agar miring. Untuk aktivitas di Lab. Kultur ini dilakukan pada esok hari, dan bila jumlah sampel positif BTA sedikit maka kegiatan kultur juga dilakukan dalam waktu singkat.

Satu minggu di BBKPM Surakarta, kami bener2 merasa sangat beruntung. Sujud Syukur pokoknya. Hari ke 4-6 kami mulai ngobrol santai, cenderung sering bercanda dengan para laboran, malahan jadi objek kejahilan para laboran. Hari ke-7 kami PKL, kami mendapat surprise dari para laboran. Diajak makan2 bareng sebelum romadhon di bakso cak ndut . Gratiisss, naik mobiiillll. Waaa…. bener2 nggak nyangka kalau sudah dianggap satu keluarga laboran *mbrebes mili*. Hari ke-8 PKL, saya dan majedha yang sedang jalan kaki menuju BBKPM mendapat tebengan dari pak pembimbing buat bareng. Waaaa…. *pengen nangis karena terharu*. Benar2 merasa beruntung. Overall, 1 minggu PKL di sini saya sangat bahagia. Banyak ilmu yang kami peroleh, mulai dari sharing nama calon anak dengan pak Wahono, diceritakan mengenai lagu Kamelia oleh Pak Jun, dikasih informasi harga belanjaan oleh bu Dyah, tuker sandal sama Bu Ratih, Diem kalo ada Pak Drajat, sholat bareng Pak Bejo, laundry gratis tiap sabtu. Alhamdulillah. Semoga 3 minggu ke depan senantiasa mendapat kemudahan. Amiin.

One thought on “[Moving Class] #5 : Cerita Minggu Pertama di BBKPM Surakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s