mBolang #6 : Once upon a time at Klayar Beach

klayar momento

Setelah sekian bulan sibuk dengan urusan kuliah dengan sks super padat, dan dikejar deadline proposal dan tanggung jawab maju seminar skripsi akhirnya Selasa kemarin ada sedikit waktu luang karena kuliah libur 2 hari perihal digunakannya ruang kuliah untuk SPMB. Saya dan 4 orang teman lainnya memutuskan melepaskan penat untuk pergi ke Pantai *ciyeeeh*

Emang di Solo ada pantai ?? yaelah, mana ada pantai di Solo. Adanya Bengawan Solo yang posisinya tepat di samping kampus UNS kentingan. Jadi kemana kita pergi ?? Tanyakan peta…tanyakan peta *zzzZZZ :D* Jadi kami pergi berkunjung ke Pantai Klayar yang lokasinya dekat dengan rumah teman kami yang ada di Wonogiri. Kurang lebih sekitar 22 KM perjalanan darat dari rumah Annisa di Paranggupito menuju pantai klayar yang berada di pedalaman *saya tidak berlebihan, memang lokasi pantainya ada di pedalaman*

Perjalanan dari Solo menuju Wonogiri atau lebih tepatnya Paranggupito memakan waktu yang amat sangat lama sekaliiiiiiii…. hampir 80 KM perjalanan darat, dan kami berkendara roda dua alias naik motor. Bisa dibayangkan bagaimana tingkah kami setelah turun dari motor akibat berkendara selama lebih dari 2 jam —______— *well, tapi semua itu akan terbayar setelah berada di pantai*

Mengingat perjalanan yang panjang dan lokasi tujuan melewati rumah Nisa, akhirnya kami pun memutuskan rehat sebentar di rumah Nisa di Paranggupito. WOOOWW…. amazed, di jalan menuju rumah Nisa saya melihat pohon kelapa yang tinggi-tinggi dan buuuaaaanyak berjejer tak beraturan di sepanjang jalanan. Di lingkungan rumah saya, paling hanya satu-dua pohon dan itu pun tidak setinggi yang saya lihat di Paranggupito –___–

Pukul 13.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Klayar. Perjalanan yang kata Annisa hanya akan memakan waktu 30 menit, nyatanya pukul 14.00 WIB kami baru sampai di Pantai Klayar yang lokasinya di pedalaman. Tak seperti pantai-pantai yang pernah saya kunjungi, untuk menuju pantai Klayar kami layaknya melewati hutan dan pedesaan yang kanan-kiri adalah tebing dan jurang. Jalanannya pun naik-turun alias banyak tanjakan dan turunan yang kami lalui. Untuk ukuran jalanan pedesaan, jalannya sudah beraspal meskipun memang sempit *oke, jangan dibayangkan seluas jalan tol* dan terkadang ada lubang di sana-sini. Dan sedikit sekali pengendara bermotor bahkan bermobil yang kami jumpai.

Naasnya bensin motor matic saya sudat limit, dan saya ketar-ketir takut kehabisan bensin di tengah jalan. Nggak etis banget kan, niatnya ke Pantai tapi harus dorong motor. Dan pas tanya Nisa, ternyata pom bensin terakhir ada di pasar besar sebelum masuk Paranggupito yang jaraknya 20 KM dari rumah Annisa. *toeng.toeng*

Alhamdulillah, sampai pantai yang menanjak tersebut saya selamat dari aksi dorong-motor-goes-to-klayar. Dan you know what ???? pantainya super duper kereeeeennnnn, daebak, sughoi-ne !!! tanpa pikir panjang langsung parkir motor di lokasi paling gampang dijangkau, dan seolah-olah pengen segera berlari menceburkan diri ke dalam air laut *yeah. Cuma nyentuh air pake kaki, karena ga bawa baju ganti*

Pantai Klayar ini di sebelah kanan-kirinya dibatasi oleh tebing tinggi, pasir-nya putih dan ketika kita mengamati air lautnya dengan seksama maka airnya benar-benar berssih dan bening. Sampah yang biasanya menjadi polusi pantai, tak tampak di Pantai ini. Karena memang lokasinya benar2 ASRI guys….

Dua jam lebih kami lari-lari galau, foto sana-sini di pantai. Karena memang tak banyak pengunjung yang ada, jadi benar berasa nyaman untuk mengekspresikan diri *ciyeeeh*

Sebenarnya kami juga ingin pergi ke Pantai Nampu. Tapi ternyata karena sudah pukul 16.00 lebih, kami pun memutuskan langsung pulang ke rumah Annisa. Beristirahat untuk esok harinya pulang ke Solo.

*Thanks to Annisa for accompanied our trip dan yang telah menjadi Tuan Rumah yang luar biasa baik,

Ipunk, Ika, dan Ophi yang membersamai kegalauan yang berubah seketika menjadi kegilaan dalam perjalanan ekspedisi 240 KM selama 2 Hari kemarin. : )

13 thoughts on “mBolang #6 : Once upon a time at Klayar Beach

  1. Bagus. Petualangan macam inilah yang harus sering kamu lakukan mumpung masih kuliah. Kalo udah lulus barangkali aja udah ga bisa melakukan hal semacam ini.🙂

  2. Kalo udah lulus barangkali aja udah ga bisa melakukan hal semacam ini.
    Insyaa Allah masih bisa ukh, tapi ntar temannya lain, dan lebih aman dan sesuai syar’i Insyaa Allah, karena perjalanan 240 KM itu mustinya udah sama mahram ukhty….🙂

    • wesyeh…. *makjleb*
      kkekek…. iya ukhty cantiiiikkkk…. sama calon zauj insyaAlloh kalo ada rejeki sudah saya rencanakan utk pergi travelling *hhahah* nggaya*

      • bukan “calon zauj” ukh, tapi “zauj” beneran,.. kalo masih “calon” mah, nggak boleh kemana2 dulu berduaan… hihi, tapi aku tahu kok maksud anty : D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s