mBolang #2 Lawu Expedition : Bak Menang Perang sampai Pos Satu

[Rasa lelah itu masih terasa, namun yang terpenting adalah pengalaman yg menyenangkan dan tak terlupakan yang saya rasakan. Dan ini benar2 unforgetable moment… #ciyeeeehhh  ]

“Asiiiiik… Lawuuuuuu”

Sebenarnya rencana ke Lawu masuk agenda tanggal 16 -18 September, namun berhubung Bapak Dosen sakit jadinya diundur tanggal 21-23 September 2011. Jadi sebenarnya saya hanyalah tim Penggembira, hanya turut membantu proyek dosen dan skripsi kakak tingkat mengamati pola perilaku Burung Jalak Lawu disana dan juga aspek vegetasi di gunung Lawu. Karena memang acara semula tgl 16 September jadinya dari tgl 11 September itu kami udah sibuk nyari pinjeman tas carier, sandal gunung, matras, sleeping bag dan keperluan berkemah di Lawu dan melakukan latihan kecil supaya nggak kaget pas naik gunung. Tapi Qodarulloh diundur, jadi segala persiapan benar2 bisa lebih  matang lagi.

Ini adalah pendakian pertama saya, jadi bisa dibayangkan bagaimana antusiasnya saya menyambut hari H. Sudah dar SMA kepengen mendaki, tapi baru bisa terealisasi sekarang. Pukul 17.00 saya, dweepy dan hanni sudah standby di kampus. Tapi namanya juga Indonesia, janjiny kumpul jam 17.00 berangkatnya jam 19.00.😆

Berangkat ke Lawu menggunakan mobil kostrad Ijo, dan secara otomatis saya teringat dengan buku Selimut Debu dan imajinasi pun melalang buana hingga Afganistan. Jadi di pikiran saya tu, kami adalah pengungsi Afganistan yang hendak menuju Iran untuk memperbaiki kualitas hidup. *halah😛

Perjalanan sangat menyenangkan. Tak henti2nya saya tersenyum sendiri membayangkan akan berada di Lawu. Namun nyatanya kegembiraan saya ini hanya bisa terasa sesaat, setealah mencapai wilayah Jawa Timur jalanan khas gunung mulai mendominasi, berkelok-kelok, tanjakan tajam, sampai2 beberapa teman tak kuasa menahan goncangannya.

Sampai di Cemoro Sewu *salah satu titik awal pendakian Lawu melalui Magetan*, sudah pukul 21.00 WIB. Udaranya benar2 dingin, bahkan sebelum sampai hidung saya sudah bereaksi duluan akibat adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara Solo dengan Cemoro Sewu.

Setelah sedikit menyesuaikan diri akhirnya kami pun mengisi perut, saya kurang tahu pasti apakah makan adalah suatu hal yang dianjurkan sebelum mendaki. Yang saya takutkan, nanti ketika mendaki perut menjadi Kram karena terisi penuh nasi. Karena baru pertama kali, saya yang memang lapar dan bau telur goreng yang menggiurkan akhirnya sepiring tandas dalam hitungan menit.😆

Usai makan ada sedikit briefing dari perhutani dan para pemandu perjalanan pendakian. Terdapat 5 kelompok yang sudah dibagi tiap pos nya. Saya mendapat pos 3, yang awalnya direncanakan mengisi pos 5. Persiapan alat penelitian, koordinasi antara tim, sampai packing ulang kami lakukan, agar perjalanan menyenangkan dan tidak menyusahkan. Dan pukul 23.00 WIB kamu pun memulai pendakian. *horeeee*

Awal perjalanan terasa menyenangkan, tapi lambat laun saya tak bisa mengimbangi langkah teman2. Jalana yang awalnya rata dan landai perlahan-lahan berubah menjadi menanjak dan berbatu. Kanan-kiri yang ada hanya semak, saya tertinggal dari tim. Napas pun berubah jadi pendek2, rasa tegang tiba2 menjalar, “ini belum sampe pos bayangan tapi rasanya kok nggak kuat. Pengen turun ajah”

Saya pun berhenti, rombongan bingung. Ikut berhenti. Saya pun ditanya bermacam-macam pertanyaan,

“Capek Nung ?”

“Nggak. Cuma belum bisa ngatur napas ajah.”

Perjalanan pun dilanjutkan, rasanya semakin lama jalanan semakin menanjak. Jalan pun mulai menyempit dan gelap. Angin malam benar2 terasa dingin. Tak ada yang berbicara, semua diam seolah berkonsentrasi dengan langkah yang mereka ambil. Rasa capek semakin terasa, tapi saya berusaha meyakinkan diri untuk tidak berhenti. Rasa tak enak dengan teman satu tim yang saya utamakan. Tapi nyatanya saya benar2 nggak kuat, 2 botol air mineral 1,5 Liter diambil dari tas saya. Lampu emergency yang memang saya bawa untuk traping akhirnya dikeluarkan. Tas pun dikuatkan talinya, matras yang tadinya di luar saya masukkan karena menyusahkan anggota lain ketika berjalan disamping saya.

Kami pos 3, karena saya akhirnya disusul tim Pos 1 dan 2. Saya benar2 tak enak hati dengan teman2 satu tim, merasa menyusahkan. Padahal awalnya saya sangat antusias, dan 100% yaqin bisa sampai pos 3 tanpa halangan berarti. Tapi nyatanya…

Sebentar-bentar berhenti, napas diatur, suara angin malam benar2 terdengar jelas bergesekan dengan dedaunan, jaket yang awalnya tak saya pakai akhirnya saya gunakan karena tak kuasa menahan dingin sambil berusaha meyakinkan diri kalo saya bisa sampai pos 1. Nggak mau kalo jauh2 ke gunung pos 1 aja nggak finish. Tidaaaaak. Mungkin juga ini kesempatan satu2 nya bagi saya untuk naik gunung.

Dan setelah 1 jam lebih perjalanan yang berasa berjam-jam, sampailah saya di Pos 1. Bagai menang perang, perasaan lega saya rasakan. Tapi perasaan putus asa, dan rasa tak enak hati merayap.

“Saya di Pos 1 ajaaaaaa. Nggak mau naiiiiik.”😆

Lalu datanglah suara bak malaikat memotivasi saya yang sudah kepayahan mengatur nafas,

“Yah Nung, ayo ke Pos 2. Kamu pasti bisa. Katanya mau ke Pos 3. Kita ada kewajiban di Pos 3 untuk penelitian. Ayo Semangat, Bisa… bisa !”

Omigad…. *mbrebes mili* saya tertohok. Ada kewajiban menanti di pos 3, dan saya nggak ingin semakin menjadi beban untuk rekan 1 tim. Bismillah, Pos 2 Pos 3, im comiiiing….

*Bersambung insyaAlloh*

13 thoughts on “mBolang #2 Lawu Expedition : Bak Menang Perang sampai Pos Satu

  1. inget juga swktu mash kuliah…..sebulan sekali ane ska nanjak ke g.tangkuban perahu…..tpi lintasan favoritny via pesisir Jayagiri…..nanjknya mlm……morning dah ada di puncak……indah sekali ngelihat matahri pgi bru menggeliat …..salam kenal ya…..!

  2. Pingback: [Random Thought] #6 « Areeavicenna | Ex libris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s