[mBolang] #1 : Menjenguk Nyi Roro Jonggrang

mbolang,prambanan,juni
Bulan ini ada agenda “besar nan menyenangkan” yang saya dan beberapa teman susun. Berhubung Rabu (08/06) kemarin kami libur, kami gunakanlah kesempatan langka tersebut untuk “mBolang”. Dan agenda bulan ini untuk “menjenguk” Nyi Roro Jonggrang pun terpenuhi *horeeee*. Qodarulloh hanya ada saya dan tiga teman yang lainnya, yang lain dengan tiba2 saja tidak bisa “mBolang” karena beberapa sebab tak terduga. *mungkin lain waktu kita bisa mbolang bareng kawan😉 *

Dari Solo berangkat pukul 9.00, bener2 tanpa perasaan tergesa-gesa diburu waktu karena memang tidak ada kewajiban yang harus diselesaikan hari itu. Jadinya saya pribadi benar2 santai dan happy. Pukul 9.25 wib, kami berempat naik bus Sumber Kencana. Alhamdulillah ongkosnya Rp 5000,00. Padahal sebelumnya kami pikir akan mencapai Rp 10.000,-.

TIPS 1 : Bilang sama kondektur Bus Sumber Kencana, “Prambanan KL, Pak”. Kalo kamu dapet kondektur nan baik hati, pasti bayarnya lebih murah. *KL = Kartu Langganan. Beberapa bus biasanya memberikan kartu langganan untuk penumpang yang sering menggunakan bus terkait.

Kalo naik motor, perjalanan Solo-Prambanan bisa ditempuh kurang dari 2 jam. Namun karena menggunakan kendaraan umum, jadinya pukul 11.12 wib kami baru sampai Pasar Prambanan, dilanjutkan berjalan kaki ke Timur sejauh 500 m, untuk sampai di Prambanan. Karena kondisi panas terik matahari yang memang sudah tepat di atas kepala, jadinya kami bak turis asing yang berjalan di badan jalan dengan santai menggunakan payung siang hari.

Menurut rekomendasi teman, sesampainya di pelataran Candi Prambanan kami tidak langsung masuk karena mushola terdekat berada di luar loket masuk Candi. Jadi kalo mau sholat sementara sudah ada melewati pass entrance, nanti nyari musholanya harus jalan jauh. Karena mushola yang letaknya di dalam pelataran candi jaraknya sangat jauh dari pintu masuk.

TIPS 2 : Mumpung ketemu Mushola atau Masjid, dan waktu sholat telah dekat. Tunggu, dan sholat dulu saja. daripada nanti kenapa-kenapa. Jangan lupa bawa alat ibadah sendiri meskipun di mushola juga disediakan.Namanya juga tempat pariwisata. Tempat terbuka untuk umum. Tempat wudhu nya pun terbuka, alias tidak dibedakan antara tempat wudhu laki-laki dan wanita. Jadinya saya dan teman2 harus berwudhu di toilet.

Sekali lagi, karena tempat pariwisata, tempat terbuka untuk umum. Keadaan airnya pun berbeda dengan air yang ada di rumah, alias berwarna *baca : kotor akibat pasir*. Dan lagi namanya juga toilet umum, jadinya harus bayar. Rp 1000,- . tapi tenang saja, kalau masalah toilet tidak selangka mushola. Di dalam pelataran Candi banyak tersebar toilet2 dan gratis:mrgreen:. Tapi ya itu tadi, karena gratis kondisinya sedikit memperihatinkan, tapi masih layak pakai kok😉

Usai wudhu dan sholat, perjalanan pun dilanjutkan. Estimasi awal dan berdasar hasil observasi *jyaah… bahasanya* harga tiket masuk adalah Rp 15.000,00. Dengan yakin kami menuju loket tiket masuk pelajar karena saya pikir dengan akan lebih murah, tapi betapa shockny kami ketika harga tiket masuk 30% lebih mahal yaitu Rp 20.000,00. Omooo… otomatis saling pandanglah kami berempat, dalam hati masing2 berkata,”weleh, lebih mahal je”. Dan yang lebih ga enaknya lagi ternyata tiketnya ga boleh dibawa pulang. Tiket hanya bersifat sebagai ID masuk saja. lalu diserahkan kembali kepada petugasnya.

TIPS 3 : Ingatlah untuk selalu bawa uang yang benar2 LEBIH sodara2

Suasana begitu terik, dan payung pun kembali dibuka sebagai lindungan dari kejamnya sengatan matahari. Di Pambanan juga ada jasa menyewakan payung lho. Kalau nggak salah denger, 1 payung disewakan Rp 5000,00 untuk dibawa wisatawan ke dalam pelataran Candi. Dari semua penyedia jasa, hanya wisatawan lokal yang ditawari. Dan anehnya tarif untuk wisatawan satu dengan wisatawan lain berbeda. Dari pengamatan kemarin, pengunjung seperti saya dan kawan *baca : berpenampilan bak bocah ilang yang ditinggal ibunya dan butuh suaka dari pemerintah* ditawari Rp 5000,00, tapi untuk pengunjung yang terlindungi *baca : naik mobil* ataupun dilindungi orang yang katanya bakal jadi pendamping hidup *baca : calon suami-istri* ditawari harga yang lebih mahal.

TIPS 4 : Bawa payung atau berpenampilanlah seperti rakyat jelata

As u know, berwisata tidak lah lengkap tanpa mengabadikan momen2 yang ada😆. Walaupun ada sedikit insiden, namun dengan kecanggihan teknologi kami pun berhasil “menyimpan” momen menyenangkan dalam ponsel kami *Alhamdulillah dan maturnuwun utk Abad 21*

Ketika berpose tiba2 ada foreigner alias turis asing yang datang dan menawarkan untuk memfoto kami berempat. Mungkin beliau kasihan melihat kami yang begitu desperate berfoto bergantian. Hhihi..:mrgreen: .Mumpung ada kesempatan emas, jarang2 bisa foto sama turis asing apalagi dari JEPANG… kyaaaaa…. sukaaa. Sayangnya Sang Bapak tidak bisa diajak komunikasi dengan bahasa Inggris, akhirnya melalu jasa translator *baca: guide* kami pun bebicara pakai bahasa Ibu ditambah bahasa isyarat dan Bapak dari Jepang itu pake bahasa Jepang juga ditambah bahasa Isyarat. Komunikasi singkat 3 bahasa pun terjadi *bahasa Indonesia, bahasa Jepan dan Bahasa Isyarat*

mbolang,prambanan,juni

candi utama yang masih dipugar

 

Sayangnya kondisi Candi masih dalam tahap konstruksi akibat gempa Jogja beberapa tahun silam, jadinya candi terbesar yang ada tidak boleh dimasuki pengunjung akibat dalam tahap pemugaran. *sayang banget*

Usai keliling kompleks candi Prambanan, kami Istirahat sebentar di daerah lapang berumput yang luas untuk makan bekal yang kami bawa. Jadi berasa di padang Rumput di Eropa *hhaha*, angin semilir dan cuaca yang cerah *perfecto*. Mumpung ada area permainan anak2, kami yang memang kesemuanya sudah lebih dari 10 tahun tak menikmati masa Balita *eh ?* kembali bermain diantara anak2 TK yang mendominasi area permainan itu *hhaha. Berasa muda deh jadinya :p *

TIPS 5 : tak perlu malu, mumpung ada kesempatan. Dapatkan! Manfaatkan ! Toh selama tak ada yang dirugikan dan tidak menimbulkan dosa tentu saja:mrgreen:

Pukul 03.30 WIB, kami meninggalkan area bermain. Niat awal mau langsung sholat dan pulang, tapi pas berjalan lihat ada tulisan “MUSEUM –Free”, hanya dengan saling menatap penuh arti dan sedikit saling meyakinkan kalau memang gratis, kami pun memberanikan diri untuk masuk museum. Suasananya benar2 sepi dan terkesan angker. Terdapat 3 ruangan yang saling dihubungkan dengan koridor, yang di setiap ruangan berisi patung2 atau arca dan dokumen yang berhubungan dengan pembangunan candi prambanan. Ah iya, di museum ini ada ruang audio visual.

3 ruangan telah kami lewati, saatnya sholat Ashar. Toilet di dalam museum tanpa penjaga, artinya gratis. Tapi sayangnya airnya tidak jernih, bahkan air yang keluar dari keran tampak keruh.

TIPS 6 : kalo pengen air jernih, bawa air 1 galon ato lebih dari rumah!

Yang memprihatinkan, mushola dalam pelataran Candi tak terurus. Kotor, dan terkesan jarang digunakan. Berbeda dengan mushola di depan loket masuk.*ironic*

Perjalanan pun kami akhiri pukul 04.15 WIB, dan langsung cap-cus kembali ke Solo seketika mendapat bus Solo-Jogja dengan tarif Rp 8000,00. Kenapa tidak naik Sumber Kencana yang tarifnya lebih murah? Well, kata teman saya yang sudah malang-melintang di dunia Sumber Kencana-an *hhaha* trayek bus itu beda2. Kalo hanya menuju Solo, kami harus naik bus lokal Solo-Jogja karena Sumber Kencana, Mira, Eka merupakan bus antar kota antar provinsi.

Alhamdulillah. Benar2 perjalanan mbolang yang bikin seneng, bikin capek, dan seruuu…

Next, mau mBolang kemana lagi ya… ??

mbolang,prambanan,juni

maket candi prambanan

mbolang,prambanan,juni

ruangan di dalam museum

mbolang,prambanan,juni

puing-puing candi

——

credit pic : ophie’s phone *gomawo buat foto2nya

14 thoughts on “[mBolang] #1 : Menjenguk Nyi Roro Jonggrang

    • butuh banyak malahan. gara2 gempa, candinya banyak yg rubuh… mbak mau jd sukarelawan ??
      roro jonggrangnya juga belum bisa dijenguk mbak, status nya masih dipugar… hhihihi…

  1. wah saya bersyukur juga itu roro jonggrang sampai kini masih terawat bersih…🙂 moga2 bisa dipertahankan ya warisan nenek moyang kita ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s