[Random Thought] #4

Jadi mahasiswa awalnya saya pikir adalah suatu perkara mudah. Berangkat kuliah bisa “seenaknya”, kalo terlambat pun nggak bakal kena sanksi keliling lapangan atau disuruh ke perpus buat nge-review buku, dan lagi nggak perlu belajar tiap hari *evilsmirk*. Punya banyak waktu luang untuk dimanfaatkan ke hal lain *ahahoy*

Jaman SMA dulu kalo denger cerita kakak2 yang udah kuliah itu rasanya seneng, gampang, nyantai, let-it-flow, bisa nangkring *coret* nongkrong di tempat makan yang murah meriah, kalo yang cowok bisa suit-suit di boulevard kampus, kalo yang cewek bisa di suit2in di boulevard kampus.😆

Tapi semua itu ternyata hanyalah kamuflase belaka sodara-sodara, bak kabut tebal dipagi hari yang kalau terpapar sinar matahari akan menunjukkan keadaan dibalik kabut yang sebenarnya.

Saya mahasiswa Biologi, semester 4 dan semua imajinasi saya mengenai anak kuliah yang dulu terbentuk luluh lantak. Ini baru semester 4, tapi saya seolah2 telah menjadi makhluk paling anti-sosial, jarang berinteraksi dengan Homo sapiens, yang ada malah tiap hari berinteraksi dengan organisme yang tampak mata telanjang sampai makhluk halus yang harus “dikeker” dibawah mikroskop. Bahkan saya sekarang sudah tidak pernah nonton TV. Ada berita, Osama bin Laden mati saja saya tak tahu kalo Bapak saya ndak cerita.

Saya nggak mengeluh *lhah yang diatas itu apa*, saya Cuma bercerita dan menjabarkan fakta dan alasan kenapa saya menjadi makhluk anti-sosial di pemukiman saya,

  1. Jam 5 pagi bangun *kalo sempet tidur* mulai beberes kamar dan rumah. Waktu yang sedikit longgar bener2 dimanfaatkan untuk menyelesaikan laporan dan tugas.
  2. Kuliah biasanya jam 9 pagi sampai jam 13.00.
  3. Pukul 14.00 mulai ng-Lab. Dan pada umumnya, 2 praktikum beda acara dilakukan pada hari yang sama
  4. Beruntung banget kalo bisa nyampe rumah sebelum Maghrib, setidaknya bisa sedikit istirahat sambil nunggu adzan Maghrib. Tapi nyatanya, Adzan Maghrib berkumandang saya baru nyampe rumah atau malah terkadang masih di jalan dengan kondisi terkantuk-kantuk akibat begadang
  5. Nyampe rumah pun, harus ngerjaen ini-itu as a woman. Ba’da isya mulai merangkai kata, “melukis” huruf-huruf di atas kertas Folio atau A4. Mana sempet nonton TV, ngobrol sama orang 1 rumah saja uda jarang banget.
  6. Dan ketika teman2 semua sudah mendarat di Pulau Kapuk, saya masih memperkokoh iman dan rasa kantuk juga rasa takut untuk menyelesaikan laporan sambil sesekali mengoleskan salep ajaib “Counterpain” kalo tangan pegel efek dari nulis berlembar2.

 Apalagi kalo keesokan harinya ada ujian. Acara tidur Cuma 1 jam dalam 24jam sudah hal lumrah. Dan karena ini pula, orangtua jadi smakin jarang telepon karena beliau2 takut mengganggu aktivitas saya : (

Sekali lagi ini bukan keluhan, saya hanya berusaha mensyukuri dengan cara yang sedikit berbeda. Karena seperti Firman Alloh Ta’ala dalam QS. Ar-Rahman yang sampai diulang hingga lebih dari 30 kali, Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? . Karena sungguh semua ini adalah kenikmatan dan keasyikan tersendiri kuliah di Biologi yang nggak akan pernah saya peroleh di bidang ilmu lain.

Dengan adanya kegiatan menulis laporan, setidaknya saya tidak terlalu suntuk kalo di rumah sendirian. Saya bisa “memperindah” tulisan tangan saya, dan lagi banyak jurnal yang saya baca *baca judul jurnal udah termasuk baca jurnal lho :p*

Jadi untuk para keluarga, tetangga, dan teman tolong kondisi saya ini dimaklumi. Karena poin2 diatas itulah alasan segelintir alasan dari sekian banyak alasan ke-anti-sosial-an saya. Sekian dan terimakaseh

photo credit to emkingg

2 thoughts on “[Random Thought] #4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s