[Moving Class] #4 : Naik – Turun di Kebun Raya Cibodas

Landscape KR Cibodas -NAIK-Turun

Hari terakhir di Bogor, setelah kaki kaku karena shock berjalan 84 Hektare di hari sebelumnya, kami melakukan penjelajahan di Kebun Raya Cibodas yang berada satu kompleks dengan Gunung Gede – Pangrango.

Suasana dingin puncak benar2 terasa, hal ini mempengaruhi sistem uropoetica kami. Jadinya beberapa teman pergi ke kamar mandi untuk keperluan mengeluarkan hasil ekskresi ginjal. *jyahahah…:mrgreen: *

Sepi. Mungkin karena bukan musim liburan, hanya ada bus kami yang memarkirkan diri di kawasan parkir KR Cibodas.

Sama halnya di Kebun Raya Bogor, di sini kami juga mendapat tugas untuk pendataan 20 spesies hanya saja kalo di Kebun Raya Bogor kelas Monokotil dengan familia berabjad awal A-H, di Kebun Raya Cibodas tugas kelompok kami kelas Monokotil dengan familia berabjad awal R-Z. Nah lhoh !! Rada susah ini, mengingat tumbuhan monokotil yang kami ketahui familia berabjad awal  R-Z hanya Zingiberaceae😳

Tapi bukannya malah melakukan pendataan dan mengikuti Pak Dosen, beberapa kelompok memisahkan diri, mencari spesies yang akan dijadikan herbarium sebagai “cinderamata” moving class. juga ritul wajib dengan membuktikan eksistensi diri di Kebun raya Cibodas *foto-foto-foto*

Unik! di atas pohon

Berbeda dengan Kebun Raya Bogor, tata letak penanaman di Kebun Raya Cibodas adalah berdasarkan keindahan /  estetikanya. Dan lagi tumbuhan Paku-pakuan di Kebun Raya Cibodas ini banyak sekali spesiesnya. Yang terkenal dari kebun Raya Cibodas adalah hutan Lumutnya yang diclaim sebagai hutan Lumut terlengkap.

Koleksi Lumut KR Cibodas

Kebun Raya Cibodas dibangun sebagai wilayah ex situ, tanaman2 di wilayah Malesia *bukan Malaysia*. Makanya bila kamu berkunjung sekitar bulan Agustus-September kamu akan menjumpai Bunga Sakura di sini. Tanaman subtropic ini telah dibuktikan mampu tumbuh di wilayah Tropis dengan temperatur tertentu. Jadi nggak perlu sampai Jepang kalau ingin menikmati Keindahan Bungan sakura. Sayang banget rombongan kami berkunjung ke sananya Bulan Desember.

Landscape Kebun Raya Cibodas lebih “menantang” di banding Kebun Raya Bogor. Jalanannya naik-turun, harus benar2 hati2 ketika berjalan. Teman saya saja ada yang menjadi korban dari “keganasan” jalanan di kebun raya Cibodas yang naik-turun. Ini karena letaknya di Puncak Bogor bersisihan dengan Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango yang sebenarnya juga masuk dalam agenda kami.  Tapi karena hujan yang turun, kami tak jadi melakukan petualangan di Taman Nasional Gunung gede –Pangrango. *hahah… padahal alasan sebenarnya karena udah pada capek, nggak punya tenaga buat jalan jauh. Tapi untuk memperkuat alasan, hujan yang turun menjadi senjata kami tidak melakukan pendakian.*

Petualangan pun kami akhiri dengan setelah berfoto satu kelas bersama di depan Pintu 2 Kebun Raya Cibodas.

END of Moving Class

 

8 thoughts on “[Moving Class] #4 : Naik – Turun di Kebun Raya Cibodas

  1. seneng banget dek baca ini..
    sy blm pernah ke cibodas mslhnya, dan mencatatnya sbg tempat petualang yang harus dikunjungi kalau ke sana..

    hayoo, cinderamata herbarium.. ehem..

  2. jalan-jalan yang menyegarkan, melihat tumbuhan, lumut, dan pohon, apalagi jika bunga-bunganya banyak. huuuuu pasti bikin betah lama-lama di sana. Kreatif lho, ada foto2nya juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s