[Moving Class] #3 : Menembus 84 Hektare Tanah

Bogor Botanical Garden

Pengalaman ini menyenangkan sekali, sayang hanya terjadi dalam satu hari. Bila saja ada banyak waktu rasanya kepengen banget diam beberapa hari di kebun ini, menjelajah dengan lebih detail tanpa khawatir bakal ditinggal rombongan.

Jadi  setelah asyik mengamati peninggalan nenek moyang, kami pergi ke Kebun Raya Bogor yang sebenarnya berada tepat di depan museum etnobotani (pintu dua kebun raya bogor). Namun karena kami melewati pintu satu makanya kami harus berkendara selama tak kurang dari 7 menit untuk mencapai pintu satu.

Agenda di kebun raya Bogor ini adalah melakukan pengenalan secara morfologi terhadap spesies tumbuhan yang ada. Di sini kami diharapkan tahu wujud nyata *morfologi* dari tetumbuhan yang kami pelajari secara teoritis di kelas. Jadi bukan hanya sekedar menghafal gambar, ciri morfologi, tanpa tahu wujud asli dari tumbuhan bersangkutan. Selain itu setiap kelompok yang telah dibagi sebelumnya mendapat tugas untuk pendataan minimal 20 spesies tumbuhan berdasar familia. Kelompok saya mendapat jatah untuk mendata spesies dari kelas Monokotil dengan familia berabjad awal A-H. Yang termasuk kelompok ini diantaranya adalah Familia Arecaceae, Araceae, Cannaceae, Butomataceae, Alismataceae, dan masih banyak lagi.

Mengenai tugas ini, gampang-gampang sulit sebenarnya. Karena tanaman yang berada di kebun raya Bogor di tanam berdasar kan familianya. Jadi dalam satu “kotak” lahan, bila kamu melihat spesies Curcuma sp berarti dalam satu “kotak” itu familia Scitaminae / Zingiberales. Kalo melihat pohon aren, berarti kamu memasuki “kotak” palem-paleman.

Sulitnya adalah karena penanamanny tidak berdasarkan abjad, jadi kami harus berjalan-berlari-terengah2 menembus belantara kebun raya Bogor yang konon katanya seluas lebih dari 84 Hektare. Dan berhubung dosen pembimbing yang membimbing hanya satu, dan tidak disiapkan jasa guide dari kebun raya Bogor, kami pun harus berlari berjalan cepat mengikuti Pak Dosen yang dengan lincahnya berpindah dari satu pohon ke pohon lain.

Bayangkan saja, ketika kami yang barada di paling belakang barisan baru sampai di pohon yang diterangkan oleh pak Dosen, dengan kejamnya beliau sudah berpindah ke pohon lain. Padahal kami sudah berusaha mengimbangi kecepatan jalan beliau, bahkan dengan berlari terseok2😥 . Akhirnya beberapa dari kami yang putus asa memutuskan memisahkan diri dari Pak Dosen, berusaha memenuhi kewajiban mengerjakan pendataan tumbuhan, menembus semak belukar seluas 84 Ha dan  mengabadikan momen kebersamaan di Kebun Raya Bogor  *termasuk saya😆 *.

Kebun Raya Bogor sendiri sudah hampir berumur 2 abad (194 di tahun 2011). Awal mulanya adalah hutan buatan yang dibangun pada pemerintahan Prabu Siliwangi, lalu 1 abad kemudian oleh pemerintahan Belanda di bangun 43 Ha kebun untuk menanam tumbuhan2 yang berada di Indonesia. Berkembang, dan akhirnya sekarang mencapai 87 Ha.

Kebun Raya Bogor memiliki 15000an koleksi tumbuhan. Koleksi yang terkenal adalah bunga bangkai (Amorphophalus titanium). Sayang, saya tidak melihat penampakan tumbuhan ini.😦

Teratai Raksasa - Victoria Amazonica

Teratai raksana atau Victoria amazonica ini berada di danau depan Istana Bogor. Sayang kami datang di sore hari, jadinya tanaman ini tidak dalam kondisi mekar. Teratai biasa mekar ketika matahari terbit, dan akan kembali menguncum seiring semakin tingginya matahari. Dan katanya mampu menopang 3 bayi lho. Masih ingat peristiwa helipad untuk pendaratan helikopter Bush ?? dulu itu kan ada peristiwa yang membuat para pemerhati tumbuhan kecewa, karena pendaratan helikopter di kawasan Kebun Raya Bogor membuat Teratai raksasa dan beberapa pohon palem di sana “berterbangan” *so ironic*

Oh iya, sebelum berkunjung ke kebun raya Bogor, kami diberitahu mengenai perihal mitos Kebun Raya Bogor. Menurut mitos tersebut, kalo berkunjung ke KR Bogor bersama pasangan maka hubungan nya akan berakhir usai kunjungan tersebut.  Padahal kan suasana kebun yang rindang, remang2 sejuk, dan indah mendukung banget buat acara “ta’aruf”😆

Tidak diketahui pasti dari mana mitos itu muncul, tapi berdasar sumber ini mitos itu bermula dari kisah Presden Soekarno. *ada ada saja*

 

Statue Mengenang Istri Raflesia Arnoldi

Treub Laboratorium -dulunya kantor LIPI-

===

gambar, koleksi pribadi.
Silahkan cek di sini untuk info wisata Kebun Raya Bogor.

2 thoughts on “[Moving Class] #3 : Menembus 84 Hektare Tanah

  1. Pingback: [Moving Class] #4 : Naik – Turun di Kebun Raya Cibodas « Areeavicenna | Ex libris

  2. jadi inget kenangan sma di kebun raya bogor,
    sama spt anti, inginnya di sana dalam waktu yg lama..
    namun tdk memungkinkan..

    haduh, pak dosennya semangat sekali..
    pasti kewalahan ya..? hihi

    byw, padahal sy ingin mengajak ‘pengeran’ sy kelak utk berlibur ke sana.. setelah baca ini, tetep ingin dunk.. hehehe

    kuliah di bio asik sekali ya.. dekat dg alam *mupeng*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s