[Review Buku] Ai : Cinta tak Pernah Lelah Menanti


Ai : Cinta tak Pernah Lelah Menanti

Penulis                  : Winna efendi

Penerbit              : GagasMedia

Halaman              : vi + 282 halaman

Tahun terbit       : Cetakan kelima – 2010

Harga                    : Rp 41.500,00

ISBN                      : 9797803074 (ISBN13: 9789797803070)

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu.
Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan

Kemarin ketika berkunjung ke Gramedia setelah sekian bulan tidak ke sana, saya hunting buku2 yang setting ceritanya adalah luar negeri. Karena suasana hati saya menuntun untuk membaca buku2 yang bersetting kan luar negeri *ce’ile*

Setelah muter2 di rak buku Novel terjemahan dan Bestseller. Akhirnya saya mengambil Ai : Cinta tak Pernah lelah Menanti karya Winna Efendi. Ini adalah karya kedua Winna efendi kalo ga salah.

Sebenarnya buku yang bercover gadis jepang memakai yukata berwarna merah dengan bunga sakura di bagian atasnya ini sudah sering saya lihat di bagian best seller hampr di setiap toko buku yang saya kunjungi. Namun baru kemarin hati saya tergerak untuk membaca cuplikan cerita di cover belakang *jyaaa*. Dari cover, benar2 sudah menampakkan suasana jepang.

Setelah saya baca, buku ini bercerita mengenai persahabatan. Sei (lelaki Jepang asli) dengan Ai (perempuan keturunan Bali yang hidup bersama Ayah nya di Jepang). Mereka berdua telah bersahabat sejak kecil, hingga sudah suatu kebiasaan bila disitu ada Sei maka Ai akan mengiringinya.

Buku ini dibagi menjadi 2 sub-judul, yang bagian pertama Sei sebagai sudut pandang pertama (narator) dan di bagian kedua Ai sebagai narator. Dengan begitu kita pembaca menjadi mengetahui perasaan masing2 tokoh utama.

Cerita yang disajikan tidak mendayu2 sehingga tidak membuat saya ketiduran kalau membaca sambil rebahan, tapi juga tidak membuat saya ingin segera menghabiskan satu buku dalam sekali baca. Meskipun begitu, setelah di bagian kedua (Ai sebagai narator) pada lembar2 terakhir saya dibuat penasaran akan sikap yang akan di ambil Ai antara mengkhianati tunangan yang telah meninggal atau memilih Sei, cinta pertama yang terlambat disadarinya. Ah iya, novel ini Cukup tidak menekan pikiran, membacanya benar2 dapat dinikmati.

Konflik batin Sei timbul ketika dia menyadari bahwa selama ini sebenarnya rasa sayangnya kepada Ai adalah lebih dari sahabat, namun itu terlambat karena Ai telah bertunangan dengan Shin yang juga menjadi sahabat mereka berdua. Sedangkan Ai yang merasa pernah ditolak oleh Sei, menganggap Shin adalah sosok yang mampu mengerti dirinya karena keadaaan hidup mereka yang sama.

Cerita mengenai persahabatan, lalu rasa sayang yang timbul diam-diam dan tidak disadari oleh tokoh utama juga datangnya pihak yang menjadi “penengah” di antara mereka memang cerita yang umum. Namun, pengemasan bahasa yang manis dan perkataan2 tokoh dalam novel ini lain daripada yang lain. Tidak lebay, tidak membuat kita jengah. Ungkapan2 yang dilontarkan tokoh yang ada sangat pas, sesuai posisi. Sama halnya dengan novel2 romansa ringan lainnya, tidak ada tokoh antagonis dalam novel ini.Sehingga alurnya akan terasa monoton bagi mereka yang suka dengan novel dengan cerita meledak2.

Pada dasarnya, saya yang suka novel romantis *ehem* jadi novel ini mendapati 3,5 / 5 bintang.


*Google review for this book click here

Ai : Cinta tak Pernah Lelah Menanti

Judul                     : Ai : cinta tak pernah lelah menanti

Penulis                                 : Winna efendi

Penerbit              : GagasMedia

Halaman              : vi + 282 halaman

Tahun terbit       : Cetakan kelima – 2010

Harga                    : Rp 41.500,00

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu.
Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan

Kemarin ketika berkunjung ke Gramedia setelah sekian bulan tidak ke sana, saya hunting buku2 yang setting ceritanya adalah luar negeri. Karena suasana hati saya menuntun untuk membaca buku2 yang bersetting kan luar negeri *ce’ile*

Setelah muter2 di rak buku Novel terjemahan dan Bestseller. Akhirnya saya mengambil Ai : Cinta tak Pernah lelah Menanti karya Winna Efendi.

Sebenarnya buku yang bercover gadis jepang memakai yukata berwarna merah dengan bunga sakura di bagian atasnya ini sudah sering saya lihat di bagian best seller hampr di setiap toko buku yang saya kunjungi. Namun baru kemarin hati saya tergerak untuk membaca cuplikan cerita di cover belakang *jyaaa*. Dari cover, benar2 sudah menampakkan suasana jepang.

Setelah saya baca, buku ini bercerita mengenai persahabatan. Sei (lelaki Jepang asli) dengan Ai (perempuan keturunan Bali yang hidup bersama Ayah nya di Jepang). Mereka berdua telah bersahabat sejak kecil, hingga sudah suatu kebiasaan bila disitu ada Sei maka Ai akan mengiringinya.

Buku ini dibagi menjadi 2 sub-judul, yang bagian pertama Sei sebagai sudut pandang pertama (narator) dan di bagian kedua Ai sebagai narator. Dengan begitu kita pembaca menjadi mengetahui perasaan masing2 tokoh utama.

Cerita yang disajikan tidak mendayu2 sehingga tidak membuat saya ketiduran kalau membaca sambil rebahan, tapi juga tidak membuat saya ingin segera menghabiskan satu buku dalam sekali baca. Meskipun begitu, setelah di bagian kedua (Ai sebagai narator) pada lembar2 terakhir saya dibuat penasaran akan sikap yang akan di ambil Ai antara mengkhianati tunangan yang telah meninggal atau memilih Sei, cinta pertama yang terlambat disadarinya. Ah iya, novel ini Cukup tidak menekan pikiran, membacanya benar2 dapat dinikmati.

Konflik batin Sei timbul ketika dia menyadari bahwa selama ini sebenarnya rasa sayangnya kepada Ai adalah lebih dari sahabat, namun itu terlambat karena Ai telah bertunangan dengan Shin yang juga menjadi sahabat mereka berdua. Sedangkan Ai yang merasa pernah ditolak oleh Sei, menganggap Shin adalah sosok yang mampu mengerti dirinya karena keadaaan hidup mereka yang sama.

Cerita mengenai persahabatan, lalu rasa sayang yang timbul diam-diam dan tidak disadari oleh tokoh utama juga datangnya pihak yang menjadi “penengah” di antara mereka memang cerita yang umum. Namun, pengemasan bahasa yang manis dan perkataan2 tokoh dalam novel ini lain daripada yang lain. Tidak lebay, tidak membuat kita jengah. Ungkapan2 yang dilontarkan tokoh yang ada sangat pas, sesuai posisi. Sama halnya dengan novel2 romansa ringan lainnya, tidak ada tokoh antagonis dalam novel ini.Sehingga alurnya akan terasa monoton bagi mereka yang suka dengan novel dengan cerita meledak2.

Pada dasarnya, saya yang suka novel romantis *ehem* jadi novel ini mendapati 3,5 / 5 bintang.

8 thoughts on “[Review Buku] Ai : Cinta tak Pernah Lelah Menanti

  1. Wowww … Non NR lagi jatuh cinta rupanya …🙂

    ya iyalah, cinta gak bakalan ‘lelah mencari … karena kita hidup dalam cinta yang haqiqi …😛

    __________________ cinta sama kawan2 bloger semua..😳

  2. Pingback: [Review Buku] Refrain « Areeavicenna | Ex libris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s