Noraknya [saya] Ketika di Ibukota

Monas dari Kejauhan yang Jauh

Monas dari Kejauhan yang Jauh

Masih terasa dengan jelas perasaan ketika saya melihat MONAS dari balik kaca bus.

“Monas… monas…”

Saya teriak2 sendirian nggak jelas di dalam bus. Heran dengan keeksotisannya. Dan Sueneng banget, gigi saya berasa kering saking lamanya saya mringis bahagia menatap monas. Maklum saja, kemarin itu pertama kalinya saya melihat Monas dari dekat dan nyata.

“Pengen Foto depan Monas”

Tapi sayang, monas bukan tujuan kunjungan kami. Melewati monas itu saja karena kami akan ke Masjid Istiqlal keperluan Sholat Shubuh. Biasanya saya hanya mendengar cerita dari kawan saya yang pernah studytour ke Monas, kata mereka monas itu hebat-besar-elok-dan-bla-bla-bla. Saya sama sekali nggak tertarik dengan cerita mereka, bahkan saya cenderung tak percaya *maaf teman*. Namun setelah peristiwa melewati monas pada pukul 04.40 WIB dan 08.00 WIB kemarin, saya mulai percaya ucapan kawan saya tempo dulu. Karena ini menara benar2 TINGGI😆

Kalau di Jepang ada Tokyo Tower, di Malaysia ada menara kembar-nya, di Paris ada menara Eiffel nya, dan di Amerika ada Patung Liberty maka di Indonesia ada MONAS –MONUMEN NASIONAL-. Walau tampak lebih sederhana dari sederetan monumen2 yang lain, tapi Monas adalah ciri khas Jakarta-Ciri khas Indonesia. Jadi rasanya bangga sekali bila saya memiliki kesempatan untuk mengabadikan momen di depan monas *sayang banget kemaren nggak berhenti *

Masjid Istiqlal

Karena tak ada kesempatan berfoto di depan monas, maka ketika sampai Masjid Istiqlal yang juga untuk pertama kalinya saya benar2 ingin segera masuk ke dalamnya. Masjid yang bntuknya seperti Ligo *mainanan anak* yang disusun ke atas ini besar luar-dalam. Bila dibandingkan Masjid Kampus, Istiqlal berkali-kali lipat lebih besar. Tempat wudhunya saja guedhe, kamar mandinya juga banyak. Jumlah lantainya juga banyak. Jauh lebih-lebih-lebih besar dari masjid kampus yang hanya dua lantai.

Menara Masjid Istiqlal

Selain monas dan istiqlal, ternyata Jakarta benar2 memiliki gedung pencakar langit. Kalau di Solo melihat Solo Grand Mall saja atau Sunan Hotel sudah saya anggap tinggi. Eh, ini di Jakarta gedung2nya tinggi2 semua. Jalan rayanya lebar, bisa muat 4 kendaraan roda empat. Ada jalan tol nya pula *hhihi… OK, saya norak sekali*.

Kemudian ketika hendak menuju Bogor, kami melewati Tol Jagorawi yang sering saya dengar dari berita2 di Tivi mengenai kemacetannya. Dan ternyata benar, jalan tol ini benar2 macet. Saya kira kemacetan nya akan berakhir 1 atau 2 kilometer, tapi ternyata macetnya puanjaaaaaaang buaaanget.

“Ini bukan Jalan Tol. Tapi Showroom Mobil”

😆


Kemacetan di Tol Jagorawi

Padahal kalau di Solo saya tidak pernah terjebak kemacetan. Mungkin Jakarta adalah kota yang menyenangkan, tapi kalau di suruh menetap di Jakarta dalam Jangka lama mungkin saya harus masuk assylum untuk beberapa waktu. Karena menurut saya suasananya ruwet, gedung2nya yang tinggi membuat saya tidak bebas melihat langit, juga terlalu banyaknya orang berlalu lalang.Dan juga mungkin saya akan sering tersesat kalau berada di Jakarta, karena besarnya kota ini bila dibandingkan Kota Solo. Hhaha… apalagi bila dibandingkan kampung saya yang berada di pinggir kota Sragen – sebelah Utara Solo-.

Salut bagi mereka penduduk Jakarta yang setiap harinya menghadapi hal-hal ekstra tersebut.

:mrgreen:


6 thoughts on “Noraknya [saya] Ketika di Ibukota

  1. sy belum kesampaian naik ke monas..
    pas ke sana, antrinya byk banget, ribuan orang, jadinya urung.. mungkin krn kala itu sdg liburan..

    baru sadar klo memang istiqlal mirip dg lego:mrgreen:


    __________________ saya malah belum pernah ngantri😆

  2. Non NR itulah Jakarta ibukota negara kita …🙂
    ttg Monas, saya baru 2 kali kepuncaknya, itupun waktu nganterin saudara dari kampung … males antrinya yg makan waktu 1-2 jam sedang diatas tidak sampai 15 menit harus turun gantian … naik lift yg terlama …

    __________________ jyaaa… bentar banget itu…
    bakal ga puas deh klo sy yang naek…

  3. ttg gedung2 …😉
    betul banget, kita bagaikan tinggal diantara ‘belantara beton2 tinggi yg kaku dan dingin … tapi yaa – bagaimana lagi kita ditakdirkan (‘saat ini..) tinggal di kota metropolitan ini … tapi ‘be happy😛

    __________________ *manggutmanggut* no wories be happy😆

  4. Saya belum pernah loh ke bangunan-bangunan itu..

    ini nih, yang bikin urbanisasi… karena di Jakarta ada gedung-gedung tinggi, dan dianggap lebih maju🙂

    __________________ iya… belum ada solusi yg tepat dari pemerintah maupun rakyat ny sendiri
    sayang banget, pdhal SDM akan lebih bermanfaat kalo ada di daerah..

  5. Pingback: ~monas..monas.. | ~ bangjay, terus belajar dan berbagi ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s