“Ujian” Cacing

Kemarin kami melakukan ujian mata kuliah Taksonomi Hewan. Ada 10 soal mengenai invertebrata, hewan-hewan yang tidak memiliki chorda dorsalis atau tulang punggung. Namun ada beberapa soal yang saya tidak begitu yakin dengan jawaban yang saya tulis. Salah satu pertanyaannya mengusik rasa penasaran saya hingga tadi malam. Rasanya saya pernah membaca sesuatu yang terkait dengan soal tersebut. Akhirnya saya coba cari di catetan, di buku-buku biologi terkait tapi tetep aja nggak ketemu. Ya sudahlah, istirahat bentar sambil browsing jurnal. Eh lah kok pengen baca buku full color Buku Pengetahuan Paling Jorok Sedunia”, buku yang cool-abiiiz karena bikin saya pengen baca lagi dan lagi. Karena bukunya full color dan full gambar-gambar yang menjijikkan nan “lucu”.:mrgreen:

Dari halaman ke halaman saya ngakak sekaligus bergidik jijik karena ilustrasi gambarnya. Dan sampailah saya di halaman yang berjudul Srup srup, nyut nyut ! PARASIT yang Hidup dengan Menempel pada Usus *hhihi… judulnya unik ya*. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa parasit tersebut adalah cacing pita, cacing gelang, cacing tambang, cacing keremi  dan lain sebagainya. *hayooo…. sapa yang pernah cacingan ?😆 *

Nah, akhirnya saya pun dipertemukan dengan paragraf Beberapa bagian Tubuh Cacing Pita yang Berhubungan Panjangnya seperti Kereta Api . di sini lah jawaban dari rasa penasaran yang saya rasakan sedari selesai mengerjakan soal kemarin pagi.

walaupun sama sama bersifat hermaprodit, kenapa Pheretima sp memerlukan dua individu untuk berkembang biak, padahal Taenia sp dapat bereproduksi dengan satu tubuhnya ? “

Untuk penjelasan mengenai Pheretima  sp seingat saya adalah karena sperma dan sel telur pada satu tubuh hewan tersebut tidak masak secara bersamaan sehingga tidak mungkin bila si cacing akan mengawini dirinya sendiri.Tapi untuk Taenia sp saya jawab ala kadarnya, karena benar2 nggak ada jawabannya di kepala saya.

Dan  jawaban mengenai Taenia sp menurut Yim Sook Young dan Kim I Rang  *penulis buku* , setelah menancapkan diri ke dnding usus dengan scoleks *kait kepala*, mereka membuat bagian tubuh yang baru. Bagian tubuh yang baru dibuat berjenis kelamin betina, tapi bagian yang lama akan berubah menjadi jantan, setelah itu barulah terjadi pembuahan. Kemudian saat bagian tubuh itu dipenuhi telur, telur-telur tersebut akan dikeluarkan bersama dengan kotoran manusia.

EUREKA. Langsung saja muncul lampu menyala dari kepala saya, “ealah, ini to jawabannya”

Bagaimana mungkin saya bisa melupakan hal yang unik ini. *poor me*

Subhanalloh, Maha Besar Alloh yang telah menciptakan setiap individu di dunia ini dengan keunikannya masing-masing. Untuk dapat mempertahankan spesiesnya sang cacing harus memotong dengan sadis bagian tubuhnya *jangan bayangkan kita –manusia- memotong tubuh untuk mempertahankan spesiesnya. Hii… ngeri*. Selain itu satu cacing dalam usus saja sudah merepotkan bagaimana kalau misalnya dalam tubuh kita hidup dua cacing pita dan fakta bahwa cacing pita dapat tumbuh sepanjang 9 meter tentu saja usus kita akan penuh sesak dengan cacing dan kita akan senantiasa kelaparan atau kekurangan nutrisi karena makanan yang masuk dalam saluran pencernaan kita dimakan oleh sang cacing.

 

Iklan Diet menggunakan cacing

Namun ada hal unik, seputar cacing. Bahwa pada abad pertengahan orang-orang menggunakan cacing gelang sebagai obat diet. Karena cacing gelang akan memakan makanan yang kita makan. Sehingga dipercaya bahwa dengan adanya cacing gelang dalam usus, walaupun makan banyak, tak perlu menghiraukan adanya timbunan lemak.

 

Tapi orang aneh macam apa yang akan mencoba hal ini di masa yang serba hi –tech sekarang.😆

 

* Review mengenai buku ini ada di postingan saya sebelumnya.

 

13 thoughts on ““Ujian” Cacing

  1. whahahaha aku juga pernah baca buku TER JOROK SE ALAIHIM GAMBRENG itu nyung

    dari Korea bukan??

    postingannya keren aku juga gak pernah berpikir sedetil itu ttg si Taenia

    heheheh

    __________________ hhihi.. iya TER JOROK SE ALAIHIM GAMBRENG dari korea. terimakasih pujiannya…😳

  2. hmm… ngga kebayang itu jaman jadul dulu diet pake si Pita, lhah gimana ngeluarin si pita dari perutnya si Pendiet ya.?

    kunjungan balik….*

    __________________ iya. gimana ya kira ngluarinny…😕 *terimakasih kunjunganny

  3. cacing biasa saja sudah gelii sangat …
    apalagi cacing pita yang telornya ‘hidup tenang dalam tubuh hewan ‘babi …
    nice info … kunjungan balik …😀


    __________________ terimakasih kunjunganny ^^

  4. jadi tahu tentang beda 2 cacing itu..
    pinjemin bukunya dunk dek.. belum punya:mrgreen:


    __________________ waaa… sayang bgt mba. Uda dipinjem temen, daftar peminjamny juga uda banyak *hheheh. brasa macem perpustakaan* ^^

  5. hiii….. (~_*)… kalo sekarang ini sudah ada belum ya obat untuk membasmi si pita dari sang perut?. ayo kalo ada referensinya, share sekalian ya….

    __________________ insyaAlloh. kalo dapet info saya bagi😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s