[Random Thought] #1

Bermula dari rasa khawatir saya yang “berLEBAY-an”. Ok, mungkin memang ada yg lebih “berLEBAY-an” ketimbang saya di bidang yang lain. Tapi menurut saya sikap yg satu ini benar2 sudah tidak bisa ditolerir lagi. *pathetic*

Kasus :

Musim Ujian pun datang. Besok ujian SPH II *well, saya punya pengalaman buruk dgn SPH I*, materi pendahuluan-Spermatogenesis-Oogenesis-Fertilisasi hanya 4 materi. Dua malam sebelumnya saya khatamkan membaca materi *hanya membaca*. Tapi karena saya terlalu was-was, khawatir dengan soal apa yang keluar sampai setiap detail yang kalo saya kembali pikirkan dengan “akal sehat” hanya hal yang tetek bengek alias ga penting. Ok, saya sudah hafal.

Dalam perjalanan ke kampus, saya hafalkan-saya rewind apa2 yang sudah saya baca. Tapi karena dasar saya sepertinya hanya punya short-memory dengan kapasitas pas-pas-an, ibarat memory hape hanya 250mb. Apalagi kalau itu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan “kelangsungan hidup saya di dunia ini” (red. Kuliah).

Sampai kampus. Lari naik tangga sambil komat-kamit *mencoba mengingat materi*, menuju lantai 3. Clingukan nyari posisi yang penerangannya pas biar bisa konsen *niatnya*. Namun apa daya, soal di depan mata tapi,

“pertanyaan apa-apaan ini ??”

BLANK. Tidaaaaakkkk.

“MasyaAlloh. Lupa. *tarik napas panjang* bismillah”

Tapi 10 menit berlalu, saya hanya membaca soal yang ada Soalnya benar2 simpel sodara-sodara. Qodarulloh apa yang benar2 saya inget hanya memberi keuntungan nilai di 2 soal dari 8 soal. Jawaban untuk soal yang lain, saya pasrahkan kepada Alloh Ta’ala. *hiks*

Dan gara2 itu, 2 malam saya tak bisa tidur tenang. Serius. Mengingat ada jawaban yang salah saya letakkan nomornya alias kebalik. *whoooooaaa* Selain itu saya malu dengan Dosen bersangkutan. Malu dengan diri sendiri juga. Dan malu kalau hasilnya diketahui orangtua. *ok. Saya berLebay-an lagi*

————————————————————–

Jadi,

  1. Saya khawatir jawaban saya tidak tepat sasaran
  2. Saya khawatir dengan nilai yang keluar nanti
  3. Saya khawatir, saya remidi tidak
  4. Saya khawatir ini berdampak pada nilai akhir semester nanti
  5. Saya khawatir akan mengulang tahun depan
  6. Saya khawatir mengecewakan berbagai pihak
  7. Saya khawatir dengan keadaan psikologis saya

7 kekhawatiran untuk 1 ujian. Bagaimana kali itu ada 6 ujian dalam 1 pekan. Saya benar2 akan gila-stres karena kekhawatiran yang berLEBAY-an tersebut.

Mengutip perkataan Raju rastogi (Three Idiot),

“Ketakutan berefek buruk pada keberhasilan, Pak!”

Jadi, ketakutan atau kekhawatiran ini akan berefek buruk bagi keberhasilan saya….

***

*dalam masa shock terapi “kekhawatiran”.

Status : on progress

==

Source : [here]

One thought on “[Random Thought] #1

  1. Hiks… bisa saya rasakan kok tekanan ini…😥 *saya jga pernah begitu, tapi gak segitunya*

    Rasanya kalo bener2 dapet jelek itu malu ama temen dan dosen…😦 Kalo ama ortu, justru entah kenapa gak malu2 amat…😳

    ________________ bwaaa…. lebih malu lagi kalo dapet nilai jelek, pas mata kuliah yang dosen nya hafal banget ma kita ,,,
    jadi minder buat ngobrol sama dosen itu…😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s