ada apa dengan konservasi ?

oke. hari ini (27/08/2010) kuliah taksonomi hewan. pertemuan ketiga dalam bulan ini. pertemuan sebelumnya meliputi kontrak kuliah dan “preface”. dua kali pertemuan memberi aura positif terhadap sang dosen *he. alamat bakal suka matkul satu ini*.

karena mata kuliah taksonomi tumbuhan sebelumnya sudah mulai ke materi maka saya pribadi tidak menemukan kendala berarti dalam pemahaman taksonomi hewan *so far*. itu dikarenakan kedua mata kuliah ini “mirip”, hanya objek yang dibahas berbeda.

sebelumnya pertemuan dilaksanakan masing2 40 menit, namun karena jadwal hari ini 2 jam tatap muka jadinya 80 menit lamanya. awal2 saya pribadi kurang begitu antusias, namun setelah 40 menit pertama berlalu Pak Dosen mulai menyisipi asumsi2 pribadinya. hebatnya di setiap asumsi yang beliau lontarkan selalu diberi penekanan bahwa itu adalah PENDAPAT PRIBADI, tergantung masing2.

waaa… saya mulai terpesona *hoookz*

dari beberapa asumsi beliau mengenai biologi dan ilmu rumpunnya yang paling saya ingat adalah asumsi beliau mengenai konservasi.

pastinya kata konservasi pernah kita dengar, walo cuma sekali atau dua kali. bagi saya PRIBADI konservasi itu semacam suatu aktifitas yang concern terhadap makhluk hidup yang hampir punah untuk tetap dijaga kelestariannya yang mana salah satu tujuannya adalah agar generasi selanjutnya mampu menikmati apa yang kita nikmati saat ini. *he itu menurut saya pribadi lho*

namun setelah saya mondar-mandir di Mbah Google, tahu lah saya bahwa konservasi itu suatu manajemen pengelolaan terhadap agar kualitas hidup meningkat [cek dimari buat lebih jelas]. ternyata, e, ternyata, konservasi itu memiliki cakupan yang sangat luas. tidak hanya pada tumbuhan dan hewan tetapi juga terhadap komponen lain yang ada di alam ini. di sini saya tidak akan menjelaskan makna dari koncervasi, karena bukan kapasitas saya untuk menjeaskan. *hhe. ngeles*

itu uraian singkat mengenai konservasi. nah tadi ketika perkuliahan berlangsung, ketika membahas mengenai konsep spesies. Dosen kami membahas mengenai kemajuan teknologi saat ini yang bilamana kita menemukan tulang (dibaca : fosil) walaupun itu hanya tulang lengan dan rusuk, maka bisa direkonstruksi wujud nyatanya. Seperti penemuan dinosaurus misalnya, kita semua tidak mengetahui bentuk aslinya tetapi apa yang kita lihat merupakan hasil dari rekonstruksi manusia.

kalian pernah nonton jurassic park ndak ? ah, pastinya pernah nonton. bayangkan bila dinosaurus hidup di jaman sekarang, maka hutan2 akan cepat gundul karena dino yang herbivor pastinya akan menghabiskan berton-ton tumbuhan hijau sekali makan. Lebih mengerikan lagi kalo yang karnivor masih hidup, bisa2 manusia jadi punah.” Ujar dosen kami dengan nada tidak serius. (*)

Sebagian dari kami mengangguk-angguk membenarkan.

“ Sedikit cerita saja, dulu itu saya pernah ikut seminar mengenai konservasi.  Saya bertanya kenapa kok perlu diadakan konservasi ? mbok ya sudah kalo ada hewan yang akan punah dibiarkan saja. ndak usah ada konservasi gajah misalnya. Di sini ada yang dari Lampung ? *bertanya kepada mahasiswa, tapi tak ada respon karena tak ada yang dari lampung*, di Lampung sana itu gajah dikejar2, juga kerap merusak ladang masyarakat. Kalo itu kan artinya merusak. Kalo gajah memang hampir punah ya sudah ndak papa. Berarti masanya gajah sudah hampir habis. Kan nanti cucu2 kita bisa melihat wujud mereka dalam bentuk gambar. Semuanya itu kan ada masanya, jadi nggak perlu ada upaya konservasi yang tentu saja diperlukan uang yang tidak seddikit. Mending uangnya digunakan untuk pemberdayaan manusia, digunakan untuk hal yang mendasar terlebih dahulu. Seperti pendidikan manusia nya.”(*)

Saya sedikit terbengong2 dengan asumsi beliau tersebut.

“nah, di seminar itu pertanyaan saya mengenai konservasi bukannya dijawab malah saya dimarah-marahi. Kata mereka, kamu itu berarti belum tau makna dari konservasi…

Saya ya sedikit ngrasa aneh sendiri saja dengan reaksi mereka.” Imbuh dosen saya dengan wajah yang selalu mengembangkan senyum.

(*)

Saya sendiri pun kalo menjadi pemateri dalam seminar tersebut tentu saja saya akan bereaksi dengan pertanyaan sekaligus pernyataan yang dilontarkan dosen saya tersebut. Saya akan marah, karena apa yang saya perjuangkan mengenai konservasi dianggap suatu hal yang remeh-temeh bahkan seolah2 sidikit manfaatnya. Hehe, itu kalau saya menempatkan diri sebagai pemateri seminar tersebut.:mrgreen:

Sebenarnya ada benarnya juga apa yang disampaikan dosen saya tersebut, uang konservasi yang tidak sedikit itu –atau yang luar biasa banyaknya- akan lebih bermanfaat bila dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat Indonesia yang masih “dibawah rata-rata”, bukankah dengan begitu nantinya juga akan diperoleh manfaat berlipat. Masyarakat semakin paham apa yang seharusnya-dan-tidak-seharusnya mereka laksanakan dengan pemikiran yang lebih maju. Bukannya pendidikan merupakan hal mendasar yang berpengaruh terhadapa peradaban manusia ????😕

*perkataan dosen = ada beberapa bagian yang tidak sama persis, akibat keterbatasan penulis dalam hal mengingat apa yang dosen sampaikan.

Bahasan Konservasi di sini hanya terhadap kegiatan konservasi terhadap hewan, karena kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan mengacu pada objek hewan

Untuk perbedaan pendapat, sangat penulis hargai. Tentu saja semua ada alasan tersindiri.

Penulis berharap tulisan ini tidak menimbulkan kontroversi yang berakibat memberi dampak keresahan terhadap penulis atau orang lain.

Silahkan beropini…:mrgreen:

4 thoughts on “ada apa dengan konservasi ?

  1. Pertamax

    konservasi itu pengelolaan kan ya. *teringat salah satu jurusan di fakultas kehutanan*:mrgreen:
    kalo konservatif apa ya? *thinking*

  2. Menurut saya, semuanya sudah ada bagiannya masing2. Saya ragu kalo seandainya duit buat konservasi dibuat untuk memajukan masyarakat bisa lebih baik. Saya sangsi sama pendapat yang mengatakan bahwa lebih baik uang untuk konservasi diserahkan untuk membangun masyarakat.😐 Saya bukan penggiat konservasi flora dan fauna. Saya penganut aliran pemikiran bahwa semua udah ada jatah bagian masing2.🙂 Saya yakin dengan kegiatan konservasi hewan yang akan punah, akan membawa manfaat untuk generasa mendatang. SIapa tahu hewan yang mau punah tsb tenryata data-datanya belum diketahui secara jelas. Mungkin dengan konservasi, DNA contoh dari hewan itu bisa disimpan, persis seperti pada film Jurassic Park.😀 Saya yakin itu akan ada manfaatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s