Bertahan lah, Nak

Biology Should Take my Breathe away

Ini sekedar curhatan saya saja. Just leave this post, kalau andaikata tidak ingin mendengar kata2 nan lebay yang akan tertulis dalam postingan ini.:mrgreen:

Tapi maaf kalau terdengar rada sendu, mellow…😦

Tepatnya 2 hari yang lalu, manakala saya selesai membersihkan diri usai pulang dari kampus. Rutinitas selanjutnya adalah menungu ”panggilan” dari orangtua. Hampir tiap ba’da maghrib ponsel saya akan berdering nyaring, dengan layarnya yang berkedip-kedip menunjukkan tulisan ”Ayah M3”.

Hhihi… tumben kali ini yang menjawab salam saya adalah Ayah, padahal tuh yang paling sering jawab salam atao paling ga yang nelpon duluan adalah Ibu. J usai bercakap2, saling menanyakan kabar, kesehatan, dan aktivitas yang baru saja saya lakukan, saya pun memberanikan diri untuk sedikit berbicang serius dengan Bapak-Ibu.

Saya (Me) : Bapak, kalau semisal Reea ikut SNMPTN lagi boleh ga ?

Bapak (B) : *bisik2 sama Ibu* maksude UMPTN to, Bu ?

Me : Iya Bapak. UMPTN. *mengulum senyum*

B : Lha emang mau ngambil apa ?

Me : Belum tau, reea jg masih bingung mau ngambil apa.

B : Lhoh, gimana to, nDuk ?

Me : Emm… pengennya ngambil IPS.

B : Iya, mau ngambil apa ? Lha emang kenapa ?

Me : Pusing di Biologi, rasanya usaha yang selama ini ria lakuin tidak belum membuahkan hasil yang maksimal. Belum sesuai keinginan. Padahal ria ngrasa udah mentok segala usaha yang ria upayakan. Tapi beberapa ujian yang lalu, ria pesimis dapet nilai B atau bahkan A.

B : hmm… *terdiam sejenak*, udah masak2 dipikirkan segala konsekuensinya kalau semisal ikut SNMPTN lagi ? nanti kalau genduk ikut SNMPTN lagi, trus ternyata diterima dan biologi nya genduk tinggalin, nanti lulus nya lebih lama. Nyari kerja nya lebih lama. Misal temen2 sebaya genduk udah lulus, nDuk ria belum lulus. Bapak sama Ibu juga harus tinggal di sini lebih lama, buat nyari biaya kuliah nDuk ria yang mundur itu.

Me : *berkaca-kaca* Iya

B : Bertahanlah, nak. Bapak Ibu yaqin kok, kalao rejeki mu itu di Biologi

Me : *menahan air mata yang hampir jatuh + menjaga konsistensi suara*

B : Udah, ditanyaen sama Mase dulu. Bapak-Ibu ga gitu paham soal  gituan. Yang penting nduk ria kuliah yang tekun, sholatnya juga jangan sampe telat apalagi lupa. Kalu udah rundingan sama Mase, trus Mase setuju, nduk ria ikut SNMPTN lagi juga ga papa. Tapi ya itu, dipikir baik2. Sholat Istikharah biar dapet petunjuk.

Me : nggih Bapak.

Panggilan pun berakhir beberapa menit kemudian. Dari percakapan yang tersebut, satu pesan inti dari bapak adalah saya harus bisa bertahan di Biologi dan harus yaqin rejeki saya di sini.

Hmm… Oke Ri !!

Kamu pasti bisa. Kuatkan Azzam, bulatkan tekad, raih impian dengan penuh semangat !!

Biologi lah yang telah memilih mu.

SEMANGAT !!!

TAHAMMAS !!!


********************************

*perlu diketahui, pertanyaan mengenai hasrat untuk mengikuti SNMPTN adalah dampak dari beberapa teman yang akan mengikuti SNMPTN dan segala macam argumen yang saya dengar mengenai hasrat untuk mencoba peruntungan di SNMPTN dan iming2 untk memeperoleh jurusan yang sesuai dambaan hati

*semua perkataan adalah hasil translate dari Java Lang

*genduk = nDuk = sebutan untuk anak perempuan di Jawa tengah

*mase = abang

8 thoughts on “Bertahan lah, Nak

  1. jurusan apapun baik kok asal sesuai dengan hati nurani dan dijalani dengan tekun dan sungguh2 ^^ … saya bisa ngomong gini soalnya saya termasuk orang yg gagal… kuliah saya dulu gak kelar😦

  2. semangat ya dek..
    sm seperti adek, sy juga masuk di jurusan yang bukan pilihan apalagi dambaan saya..
    bahkan sy mengulang dua kali snmptn,

    dan jawabannya sy tetap ada di tempat sy sekarang..
    berat? iya.. tapi sy bahagia.. alhamdulillah..
    seiring berjalannya waktu, pintu-pintu kesadaran akan terbuka..
    bahwa pilihanNya adalah yang terbaik..

  3. Reea……….
    Yup! Bertahan kawand! Bertahan Sahabat! Bertahan Ukhty!

    Susun Strategi. Optimis!

    Ga peduli apa kata mereka tentang SNMPTN. Biarlah, jatah kita disini. Biarlah adik2 kita mendapatkan haknya. =). Ayo, semangat dong ukh! Biar bapak-ibu seneng punya anak gadis kaya ukh reea. ^^

  4. wahh.. terharu..😦
    orang tua selalu berusaha mengerti anak apa pun caranya,
    meski yang bapakmu bilang `Bapak-Ibu ga gitu paham soal gituan.` tapi dengan caranya bs berhasil menenangkan anaknya.. huaa.. :(( luar biasa sayangnya mereka sama kamu..

  5. siapa yang bersungguh-sungguh. akan mendapat yg diinginkannya..🙂 jalani ‘biologi’ dengan hati yang ikhlas. awal yg sulit pasti. tapi Insya Allah akan dimudahkan dan berakhir dengan indah. semoga🙂

    semangat ya.. selalu ada doa dan cinta dari orang2 yg menyayangimu *hug, salam kenal*

  6. Reea,
    pengen rasanya mengerti satu kalimat ini
    “Jadikanlah suatu kebutuhan, bukan keinginan”

    masih inget senengnya kita ketrima SNPMTN di tempat masing2 yang menurut kita waktu itu ‘berpospek’bagus buat diri kita.Dan hampir setahun ini di jogja, satu hal yang benar2 aku mengerti…
    bahwa hidup ini bukan masalah memilih dan dipilih, tapi terpilih. Untuk terpilih,kita harus jadi sebaik mungkin.
    Terkadang ato bahkan sering…orang berlomba-lomba meraih ‘keinginan’ dalam kamuflase istilah ‘cita-cita’, sampai banyak orang terjebak dalam kebingungan meraihnya, karena merasa ‘kebutuhan’ mereka belum terpenuhi.
    ^^
    satu kata yang sering meramaikan hari-hariku di SMP dulu harus kuucapkan lagi
    Istiqomah,sista!🙂

  7. Wahh…ini tulisan lebih dari satu tahun yg lalu ya. Sekarang bagaimana kabarnya ya?🙂
    Semoga semangat dan harapan dalam tulisan lawas ini menjadi kenyataan sekarang.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s