Imej Mahasiswa Biologi

Pernah ngrasa nggak kalau Mahasiswa Biologi itu tampak kalem ?

Pernah ngrasa nggak ketika melihat mahasiswa Biologi itu, hati ini rasa mak-cles-, adem banget ??

Saya sering banget merasakan semua itu. Bukannya karena saya mahasiswa Biologi lho, tapi ketika saya melihat kakak tingkat saya, pertanyaan-pertanyaan di atas akan saya jawab dengan anggukan kepala.

Ah, mungkin itu gara-gara praktikum kali ya ?!

Lhoh kok bisa?

Oke, saya ceritakan sedikit Suka-duka ketika praktikum. Seperti misalnya ketika kami melakukan praktikum preparat segar. Dimana preparat yang akan diamati merupakan hasil kerja kami, hasil sayatan yang kami laksanakan. Rasanya bahagia, bak mendapat nilai A pada waktu ujian padahal kita tidak belajar sama sekali, ketika kami mampu menyayat preparat dalam keadaan yang tipis. Dan pengamatan secara mikroskopis pun tampak jelas. Apalagi bila hasil sayatan tersebut mendapat pujian dari asisten dosen maupun dosen pengampu, rasanya benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan rangkaian kata.

Tapi bila kita tlah melakukan berkali-kali penyayatan dan hasilnya ketika dilakukan pengamatan secara mikroskopis masih terlalu tebal, rasanya sudah semakin lelah saja, dan ingin rasanya untuk segera mengakhiri praktikum yang ada. Bayangkan saja, sudah sore hari, otak sudah terlalu lelah untuk berkonsentrasi dan tangan sudah terkulai lemas karena perut yang keroncongan ditambah lagi kerongkongan yang kering kerontang membuat saya –khususnya- ingin marah-marah kepada beberapa pihak yang asyik membuat gambaran skematis di bidang datar. Sementara saya berjibaku dengan preparat, karena gregetan ingin segera mengakhiri praktikum yang penuh dengan cobaan ini.

Hmm… benar-benar praktikum itu melatih kesabaran kami semua.

Faktor lain mungkin karena Biologi adalah ilmu yang dekat dengan alam, karena alam membutuhkan jiwa-jiwa yang tenang untuk melestarikannya, bukan jiwa-jiwa urakan yang penuh ambisi dan kekerasan. Dan mungkin juga karena untuk menuntu ilmu Biologi diperlukan kesabaran dan ketelatenan ketika kami diharuskan untuk menghafal beberapa nama latin yang benar-benar asing terdengar dan panjang-panjang dalam waktu singkat.

Ah, mungkin itu alasan kenapa Mahasiswa Ilmu alam khususnya Biologi tampak tenang dan kalem luar dalam. Macam saya ini,😆 *jyahahahah*

ini adalah gambar ketika kami melakukan praktikum mutilasi Cavia cobaya


atas : Pembedahan Nervosum ; bawah : sal. urogenital

10 thoughts on “Imej Mahasiswa Biologi

      • tapi di fakultasku banyak perokok ukh. “bikin sebel!”. Tiap jalan, nyium bau rokok! *apa orang2 non eksak emang kondisinya kaya gini ya?* -peace, buat yang non eksak, kalo ga ngerasa kaya gt, Anda termasuk dalam pengecualian- ^^

  1. kalau orang pendidikan, tampak kalem n bikin adem juga ga ya? *angguk2kan kepala* -kalo kata Pak Wi “it’s depended on”-

  2. gambarnya mengerikan..:mrgreen:

    jadi inget waktu sma dulu. pelajaran favorit saya dulu biologi, topik favorit saya genetika.:mrgreen:

    dulu waktu praktikum melihat sel mati, sayatan preparat saya yang paling oke. hahaha… senengnya dipuji ibu guru.:mrgreen:

  3. subhanallah..
    iya, sy akui juga *smile*

    Faktor lain mungkin karena Biologi adalah ilmu yang dekat dengan alam, karena alam membutuhkan jiwa-jiwa yang tenang untuk melestarikannya, bukan jiwa-jiwa urakan yang penuh ambisi dan kekerasan.

    suka sekali dengan bagian yang itu..

    btw, setuju dengan komentar sebelumnya, gambarnya ngeri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s