Harga Diri Buku

Siang hari yang tak cukup terik dan usai makan siang, kami pergi untuk Sholat dhuhur ke sebuah mushala di Gedung perkuliahan.

Singkat cerita usai sholat, layaknya anak-anak gadis lainnya teman-teman saya  ngobrol ngalor-ngidul yang terkadang topiknya ga jelas. Hari itu mereka mengomentari buku yang saya bawa. Hari itu memang saya membawa dua buku bacaan, karena yang satu direncanakan akan dipinjem teman. Buku yang satunya lagi adalah buku bacaan yang memang selalu saya bawa setidaknya satu buku bacaan ketika bepergian, untuk antisipasi mengisi waktu luang entah itu ketika kuliah maupun ketika menunggu.

Ketika sedang asyik menyelami buku yang saya bawa, seorang teman berujar,

“Wah, buku mu mesti banyak banget di rumah.”

Setiap ada yang bertanya seperti itu saya hanya bisa tersenyum, karena memang rasanya pertanyaan itu tidak memerlukan jawaban.

Lalu teman lain mengatakan,

“Mesti sugih duit ki. Aku ngono daripada tuku buku mending duit e tak pake buat yang laen.” [Java Lang]

“Mesti uangnya banyak ya. Kalo aku daripada beli buku mending mending uangnya aku pake buat beli yang lain.”

Saya sempet ngrasa risih dengan pertanyaan / pernyataan teman saya itu,

“(tersenyum) rezeki mah udah diatur ma Alloh”

Yah, hanya saya jawab seperti itu.

Teman saya yang katanya “pintar” pun memberi komentar,

“Aku daripada baca buku. Mending tidur. Baca buku nggak mikir.”

WHAAT ????

Apa saya tak salah dengar ??

Ya ampun, dia benar-benar berlagak dan ga tau arti buku.

Ingin mencak-mencak dibuatnya😡 .

Saya memang tidak mengungkapkan apa yang saya rasakan, daripada membuat suasana memanas saya jawab saja,

“Daripada dibuat frustasi karena suatu hal. Mbok mending saya mbaca buku.” Itu inti dari jawaban saya hari itu.

Ya ampun, kalau orang pinter nya saja udah bilang kayak gituw, bagaimana dengan mereka yang “belum pinter”.

dan yg kanak-kanak pun membaca

Teman, buku itu segalanya. Kamu bisa keliling dunia tanpa perlu mengeluarkan uang.

Kamu bisa merasakan bagaiman rasanya jatuh cinta, kamu bisa merasakan bagaimana rasanya jengkel, sedih, jijik, atau apapun itu dari buku. Iya, hanya dari lembar-lembar kertas burem yang penuh dengan rentetan huruf-angka-simbol.

Entah itu buku pelajaran, buku fiksi ataupun nonfiksi. Semua yang ada dalam buku pastilah ada maksud terkandung yang ingin disampaikan kepada penikmatnya lalu bisa kita jadikan sebagai bahan renungan. Jadi kita ga akan dibuat rugi kalau mengeluarkan uang untuk membeli buku. Buku itu ilmu yang abadi yang ditorehkan kedalam lembaran kertas. Masak iya ada hal yang lebih penting dari sebuah buku yang penuh dan sarat akan makna dan ibroh dan juga ilmu. *menulis dengan berapi-api😈 *

Ah, saya jadi sebel kalau mengingat hari itu. Mengingat hari di mana buku yang saya banggakan, buku yang selalu menemani saya dimanapun, dalam kereta api, dalam bus, dalam becak, dalam toilet, pengantar saya tidur, bahkan ketika saya dibonceng Bapak ketika menuju sekolah dulu yang saya relakan duduk membonceng sambil membaca buku, dihina dinakan seperti itu seolah-olah tak ada harganya sama sekali. :cry: *jadi pengen nangis*

Dan bagi saya hal yang menyenangkan pada buku adalah saya bisa mengembangkan daya imajinasi saya.

*gambar hasil googling

dan ini gambar Library of Congress Interiors & Reading Rooms, yang saya peroleh dari http://lostsymbolartandarchitecture.blogspot.com/2009/09/inside-library-of-congress.html

10 thoughts on “Harga Diri Buku

  1. yoa! setuju banget.. mungkin kedengeran klise, tapi membaca buku memang menambah wawasan. apalagi kalo rajin baca buku bahasa inggris, bisa nambah kemampuan bahasa asing.

    daripada beli baju tiap bulan tapi jarang dipake, daripada beli sepatu sport yang cuma dipake sekali-sekali, mending beli buku.😀 atau jalan-jalan… he..:mrgreen:

  2. Udah2, cup cup. G sah nangis ukh. Mungkin mereka blm menemukan kenikmatan sejati dari membaca buku. Oh iya, pernah dgr kan slh 1 manft mmbc buku adl menghndrkan diri dr kpikunan di hr tua. Jadi, qt g kalah “smart”nya sm anak cucu nanti.
    Tp g smw buku i2 layak dbca lho ukh. So, pintar2 aja memilah buku yg brmanft buat diri qt. Krn bku adl inspirasi sxgus pengubah dan penggugah diri. Tetap smgt kutubuku! ^^

  3. Ra popo, Rea…liat aja suatu saat buku2 yang rasanya gak berharga menurut mereka akan mejadi harta karun yang kinclong…
    just let go to do it, prend!aku dukung…lumayan ada temen yang punya perpus mini,suku2 suatu saat gabungan buku kita bisa jadi erpus gedhe….hahaahg!!

  4. Sabar… sabar… nggak semua orang mengerti arti buku. Banyak orang di sekeliling saya juga menganggap saya buang-buang uang untuk membeli buku. (padahal saya nggak selalu baca buku, kadang baca e-book juga). Mereka nggak tahu arti pentingnya membaca. Buat mereka membaca itu membosankan, mereka nggak tahu dengan membaca bisa melatih otak untuk menjadi kreatif.

    Jadi.. sabar ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s