My November [Flash Back]

Dan Desember 2009 pun telah datang. Alhamdulillah, bisa melalui hari2 yg berat dibulan November ini. Dinamika anak kuliah pun telah daku jalani separuh semester. Praktikum, Laporan, buat makalah, Responsi, ujian KD, datang telat *ini yg paling sering. Hhehe*.

Kembali mengingat kejadian2 yg terjadi bulan November lalu, dan berharap dari kejadian tsb dpt kita ambil ibroh nya bersama.

Yang paling membekas pada ingatan dan sekaligus yg terhangat adalah Tragedi Truk 18 November
Mari kita flashback sejenak,

Rabu (18/11) as usually acara ngampuz hanya untuk Praktikum Fisika Dasar. Aku dan kelompok ku akan praktikum Pemuaian Panjang. Praktikum FisDAS terakhir sbg Mahasiswa Biologi *Fisdas hanya ada di Semester 1*.

Sebelum praktikum, ritual yg daku lakukan di rumah adalah melakukan “sentuhan terakhir” pada laporan praktikum yg kami lakukan hari Rabu sebelumnya. Yep, karena laporan yg dilaksanakan praktikum kemarin harus dikumpulkan pada praktikum selanjutnya. Hal ini berlaku kepada semua praktikum yg daku jalani, bio – kim – fis.

Jadwal praktikum dari pihak jurusan sebenarnya adalah antara pukul 11.00 – 12.00 WIB. Akan tetapi *jiah* dikarenakan mahasiswa biologi 2009 berjumlah 69 ekor yg artinya its to imposibble if we do the exercises secara berbarengan mengingat kurang nya sumber daya manusia, lahan dan bahan. Oleh karena itu, dibagilah kami menjadi 3 shift. Dan aku yg masuk kelompok 14 dapat giliran shift terakhir, pukul 12.00 – 13.00 WIB.

Berangkat dari rumah pukul 11.00 WIB, cukup waktu untuk tidak terlambat sampai ke kampus. Dgn skuter matic andalan, setelah berpamitan dgn Mbah Putri dan Mbah kakung, daku meninggalkan rumah.
ok, daku akui pikiran ku waktu itu sedikit terganggu *bukan gangguan jiwa lhow! *. Ah, kalau diinget2 kenapa daku kala itu tak fokus. Dan kenapa yg ada ditempurung kepala ku yg hanya beberapa ratus cc ini adalah bilamana ketika aku melakukan aksi di jalan dan aku terjatuh. Hmm.. Sunggu bad thinking..

Perjalanan baru 0,125 jarak tempuh, tapi daku telah melakukan manuver2 spektakuler. Mendahului sedan dari sebelah kiri, tancap gas ketika ada bus mini yg berhenti dan pengereman diwaktu yg tepat. Wah, serasa melakukan adegan film “Fast and Furious” *alay.. :mrgreen:*.
Kenikmatan itu hanya sesaat, manakala daku akan melakukan aksi “liar” kembali, mendahului sebuah mobil sedan dgn kecepatan 70 km/jam. Aku kurang begitu yaqin apa kah aku bisa mendahului sedan itu, tapi rasanya truk di depan sedan itu berjalan cepat. Jadi ketika aku menyalip sedan itu, aku bisa mengambil posisi di depan sedan itu. Ok. Misi dilaksanakan. Dalam jarak 5 meter di belakang sedan aku ambil kuda2 utk menyalip, ku putar kontrol gas motor matic. Kecepatan 70km/jam dan terus naik. Tapi, tiba2 truk itu melakukan pengereman. Aku panik, dari arah berlawanan ada truk pasir yg aku yaqin siap menyongsong ku. Cepat2 Ku ambil posisi di depan sedan yg sempit itu. Tapi laju matic ku tak bisa diajak berkompromi. Tidak mungkin aku melakukan pengereman, karena dalam kecepatan lebih dari 70km/jam maka aku akan terpelanting ke depan dan kepala ku pasti akan terbentur dgn bak truk. Bila aku tidak melakukan pengereman, setidaknya bak truk itu tdk akan melukai ku. Dalam masa yg genting itu Aku tau kan terjadi tabrakan nantinya. Kupejamkan mata, dan
D.H.U.O.O.W.W.R.R.
bemper belakang truk pasir pun ku remukkan. Sekonyong2 aku pun menutup mata, meyakinkan diri sendiri bahwa everything would be ok.

Seorang lelaki paruh baya membantu memindahkan skuter matic yg menimpaku, dan kemudian aku pun berdiri. Melihat di kaca spion apakah ada luka di wajah ku, alhamdulillah. Aku baik2 saja. Lalu aku pun pergi ke bahu jalan, membersihkan diri dari debu yg menempel ditubuhku. Ku menerawang, dan bingung. Semua orang memperhatikan ku. Sebagian berbisik2. Truk yg aku tabrak pun telah menghilang di kejauhan. Rasanya aku sendiri. Tak ada orang yg menanyakan keadaan ku. Tak ada orang yg mendekati ku. Hanya lelaki separuh baya tadi yg menanyakan keadaan ku,
“Nggak papa tow, mbak?? ”
aku hanya mengangguk.
Aku rogoh kantong saku rok biru ku, ku ambil ponsel dan ku tekan nama my brother dilist phonebook. Aku bicara pelan, Berharap my brother ga akan marah.
Singkat cerita aku pun sudah berada di rumah. Matic ku lampu depan-nya hancur dan body nya mjd menekuk, menandakan bahwa benturan dgn truk tadi cukup keras.*Alhamdulillah my brother ga marah. He showed that he care of me :mrgreen:*

walhasil daku tak jadi kuliah. Praktek PEMUAIAN PANJANG terpaksa aku tinggalkan. Studi lapang yg sudah direncanakan jauh2 hari pun menjadi gagal. Karena aku jatuh dari motor.

Keesokan harinya, aku kuliah siang. Alhamdulillah, masih bisa jalan. Walo kondisi bibir ku menjadi 2kali lipat lbh tebal.

==============
smoga ada hikmah yg bisa dipetik

23 thoughts on “My November [Flash Back]

  1. Sik aneh pasca tabrakane.. La kok malah ptama langsung ngilo/bcermin ki hlo.. ckckck

    btw sya juga masi terniang di ingatan kala tabrakan dulu pas smp. sampai yang kutabrak meninggal.dulu sesekali kusempatkan ke rumah kakek suami nenek itu. Tapi sekarang entah di mana.. terakhir rumah itu sudah tak berpenghuni.. hmm, semoga beliau baik2 saja. Amin.

    Juga masih ingat muhammad syamsu fajri teman 1 bangku di smp yang di smansa solo. meninggal karena kecelakaan di usia 17 tahun.,

    hikmahnya, ati2 di jalan. Kalau udah taqdir emang terjadi, tapi kita musti tetep ati2. apalagi motor metikmu sik enteng koyo kabur kegawa angin kui..

    • Kenapa langsung bercermin.? Soalny kalo wajah yg kenapa2 ntar mbah Kakung-mbah Putri tau kalo cucu nya ni abiz jatuh. Mereka panik. Orangtua panik. Dan akhirny critanya bakal jadi panjang.
      .
      Iya memang harus harus berhati2 dan mempersiapkan diri.

  2. Jangan lupa ukh. Berdoa sebelum naik kendaraan (doa mau naik kendaraan, hafal kan?). Doa ketika mau bepergian. Dan gunakan waktu di perjalanan untuk berdzikir… Subhanallh ketika jalan menurun, dan Allohu akbar ketika jalan menanjak (please open “hisnul muslIM”)

      • hu um. I luv u too just because of Alloh. Itulah arti ukhuwah dalam Islam. Sesama saudara saling mengingatkan… Barokallohu fiik, moga kejadian di atas tak terulang kembali.

  3. Lain kali hati-hati. Sampeyan itu bukan Valentino Rossi yang bisa balapan di jalan punya orang banyak.
    Hmmm …
    Ati-ati lo …

    Moga-moga Desember ini gak ada kejadian kayak gitu lagi.
    Salam kenal …🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s