Possibility ….[Pursuit of Happiness]

Ketika memutuskan suatu hal, lalu berhadapan dengan kegagalan dan kesuksesan. Mana yang kamu pilih suka ?

Tentu saja bila ada yang bertanya hal tersebut, tanpa berpikir panjang aku akan mengatakan lebih memilih kesuksesan. Tapi apakah selalu kesuksesan yang kan kita dapatkan ?

OK. Memang benar, tak selamanya kesuksesan itu datang. Tak selamanya apa yang kita harapkan berjalan sesuai rencana. Tapi, pernahkah kamu merasa lelah dengan semua ketidakberhasilan itu ??

Hmm, aku lelah. Aku akui.

Jum’at malam (19/06), I spent my time dengan nonton film. Pergi ke rental CD/DVD dan meminjam beberapa film. Well, walau sudah diperingatkan seorang teman untuk tidak membuang2 waktu akan hal yang tidak bermanfaat, tapi tak ada jalan keluar *OK, aku memang malas mencari alternatif lain*. Maaf.

Baru tadi malam (21/06) aku menyaksikan sebuah film. Pada openingnya tertulis bahwa cerita dalam movie tsb berdasar kisah nyata. Bersetting tahun ’80-an, mengenai kehidupan Chris Gardner (diperankan Will Smith) seorang penjual mesin x-ray yang berjuang untuk menghidupi istri dan putranya. Lihat reviewnya

the pursuit of happyness -will smith and jaden smith-

the pursuit of happyness -will smith and jaden smith-

Ada-ada saja kemalangan menimpanya, ditinggal sang Istri, mesin X-ray nya  dicuri, kehilangan tempat tinggal, harus tinggal dalam toilet umum, tabungannya kosong karena harus membayar pajak, dan kemalangan-kemalangan lain. Padahal ia sudah berusaha keras amat keras.

Per adegannya aku berharap tiap dia menimpa kemalangan akan berakhir dengan sesuatu yang menyenangkan. Seperti yang ada di cerita2 kebanyakan orang. Tapi nyatanya tidak. *how poor he is*

Hmm… daripada aku cerita yang mungkin saja malah membuat film ini bakal menjadi terdengar membosankan. Lebih baik nonton sendiri saja. Dan deskripsikan with your own words.  review lain

salah satu quote dari film tersebut.

Hey dad, you wanna hear something funny? There was man, who was drowning, and a boat came, and the man on the boat said “Do you need help?” and the man said “God will save me”. Then another boat came and he tried to help him, but he said “God will save me.”, then he drowned and went to heaven. Then the man told God, “God why didn’t you save me?” and God said, “I sent you two boats, you dummy.”

*High Recommended*

Well, dari film itu. Satu hal yang amat mengena bagiku. Bahwa ketika kita mengambil suatu keputusan, maka kita juga harus sudah siap dan memikirkan akan akibat dari keputusan yang kita ambil tersebut. Kesuksesan atau kegagalan yang akan kita terima nantinya. Otomatis, ketika memikirkan untuk mengambil keputusan juga harus menyiapkan mental untuk apa yang akan kita tanggung nantinya dari pengambilan keputusan itu.

Dan hidup ini tidak seperti di kehidupan dongeng. Tidak semua yang kita inginkan akan secara instan kita dapatkan. Bahkan walau sudah bekerja keras, melakukan yang terbaik, tidak serta merta membuat kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut.

Walau kita lelah menjalaninya. Berharap seberuntung orang lain yang selalu mendapatkan apa yang mereka mau, dan serasa kehidupan merekalah yang kita inginkan. Tapi, bila memang belum rejeki kita mau dipaksakan seprti apapun pastilah tak kan kita dapatkan.

Takdir manusia memang manusia sendiri yang menentukan. Tapi tentu saja campur tangan Sang Kholik itu mutlak ada.

Terus berjuang. Apapun yang akan kita hadapi, se-complicated apapun itu. Harus terus positive thinking. Karena kemenangan sejati akan hadir di akhir perjuangan itu. Dan manisnya akan terasa seperti satu2nya gula terakhir di kehidupan ini. Manis, amat manis.

*untuk diriku pribadi. Keep fighting, keep istiqomah. Yaqin!!*

Diselesaikan 24/06/2009

10.33 a.m.

4 thoughts on “Possibility ….[Pursuit of Happiness]

  1. Untuk Ukhty Reea

    Anty lebih tau bagaimana ana. Mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang kukatakan. Nasehat anty sangat ana harapkan. Afwan ya ukh komennya terlalu panjang. Atau terlihat sangat serius. Moga itu bukan ucapan kosong. Semoga Alloh memudahkan kita dalam menjalaninya. Met berjuang melawan berbagai rasa ingin dalam diri kita. Memang wajar, jika kita kesulitan untuk meninggalkan perkara yang kita sukai. Tapi itulah hidup. Penuh perjuangan dan pengorbanan. Dan yang paling sulit adalah menjaga keistiqomahan di kala sendiri. Doakan saudarimu ini agar istiqomah. Begitu pula dengan anty. Barokallohu fiik. Ana uhibbuki fillah. Dan seseorang akan bersama orang yang dia cintai di akhirat kelak, InsyaAlloh. Ana ingin kita berkumpul kembali di surga-Nya yang abadi bersama orang-orang yang kita cintai…. ibda’ binafsik (mari memulai dari diri sendiri)

  2. Pingback: Bapak, Ana uhibbuka Fillah !!! [Le Grand Voyage] « JustAreeavicenna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s