[Aku] Terkadang Lupa Bersyukur

tersenyumlah

tersenyumlah

Tiap doa yang kita panjatkan bisa saja langsung dikabulkan oleh-NYA. Namun bila doa itu tak kunjung dikabulkan, pastilah sedikit rasa berharap dan terkedang rasa kecewa itu ada. Itu yang aku rasakan. Kadang aku pun merasa lelah untuk berdoa. Terlalu menyerah pesimis bahwa doaku akan dikabulkan oleh-Nya. Terlalu merasa tidak berhak atau lebih tepatnya aku merasa bukan siapa2.

Hingga akhirnya aku tersadar. Bahwa ternyata doa ku dikabulkan –selama ini-. Seperti ketika aku berdoa untuk masuk kelas unggulan di SMP *Awalnya kecewa. Tapi aku yang dibangku cadangan pun akhirnya bisa masuk*, selalu meraih rangking 10 besar di SMP, berharap nama ku berada dalam papan tulis karena aku meraih peringkat terbaik di kelas *yeah, aku dapatkan ketika SMA*, berdoa untuk sekolah di Solo *memang sekolah di Solo. Walau bukan sekolah yang aku impikan awalnya*, nilai rata2 tujuh untuk UAN SMA. Banyak hal yang tanpa kusadari doa2 yang selama ini aku lakukan dikabulkan oleh-Nya. Tapi aku lupa untuk bersyukur.

Benar. Aku hamba Nya yang tak tahu diuntung. Merutuki nasib. Berkata bahwa aku tidak di sayang oleh-Nya.

Hmm… bergulirnya waktu membuat ku merasa semakin dewasa. Semakin mengerti bahwa aku ini *selama ini* juga disayang Alloh Ta’ala seperti makhlukNya yang lain.

Alhamdulillah yaa Alloh,,



————————————————————————————————————————————————————————————————-

Sebenarnya tulisan tersebut belum lengkap. Emm, lebih tepatnya ketika membaca lagi tulisan ini kok rasanya uneg2 ku belum keluar semua *hhehehe*.

Aku tahu bila doa yang kita panjatkan tidak kunjung kabulkan berarti doaku ”disimpan”, dan akan dikabulkan oleh Alloh di hari Akhir nanti. Setidaknya untuk memperingan dosa2 yang telah aku lakukan selama hidup di dunia. Dan kemungkinan lain, doaku sudah dikabulkan oleh Alloh, tetapi dalam bentuk lain. Itulah yang aku tahu.

Beliau Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Tiadalah seorang muslim berdoa -dengan suatu doa yang tidak ada dosa dan pemutusan silaturahim- melainkan pasti Allah mengabulkan doanya dengan salah satu dari tiga hal; doanya dikabulkan dengan segera, atau do?anya disimpan untuk diakhirat, atau lantaran do?a tersebut ia dijauhkan dari marabahaya sebesar permohonannya. “

(Hadits shahih diriwayatkan al-Hakim dll)

Mengutip dari sebuah buku yang aku baca,

Doa ada dua macam.

Pertama : Doa ibadah –> doa2 yang mengandung puji2an atas Alloh yang layak bagi-Nya. Disertai dengan rasa takut dan pengharapan.

Kedua : Doa masalah –> meminta sesuatu yang berguna bagi orang yang berdoa. Memohon dihilangkan mudharat dan memohon pencegahannya.

…………………………………………………………………………….

(Kutipan halaman 62)

Hal2 yang harus diperhatikan dalam berdoa adalah,

Menyembunyikannya (merahasiakannya), Menjaga adab-adabnya, Tidak berlebih2an di dalamnya, Tidak terburu2 meminta pengabulan doa.

Diantara adab-adabnya, memilih waktu yang mulia. Seperti hari Arfah, bulan Ramadhan, hari Jum’at dan waktu sahur malam hari. Demikian pula memilih kondisi yang tepat, saat bertemu musuh, ketika turun hujan, ketika menegakkan shalat, ketika berbuka bagi yang berpuasa, ketika sujud dan ketika safar.

……… menghadapkan wajah ke kiblat, merendahkan suara dan menghindari sajak dalam berdoa. Kondisi orang yang berdoa harus tunduk. Memberat-beratkan diri tidak cocok saat berdoa *Aku kurang paham maksud kalimat ini*. Hendaklah ia yakin doanya dikabulkan dan bersungguh2 dalam meminta, serta mengulang-ngulangi permintaannya kepada Alloh. Hendaklah ia membuka dan menutup doanya dengan dzikrullah dan hamdalah serta shalawat atas Rasulullah, kemudian barulah ia menyebutkan permintaannya.

………. banyak orang yang terburu2 atau menganggap lambat doanya dikabulkan. Ini merupakan kesalahan dan penghalang terkabulnya doa *MasyaAlloh… aku sering seperti ini*. Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

”Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak terburu2, yaitu ia berkata: ”aku sudah  berdoa kepada Rabb-ku namun belum dikabulkan.” (muttafaqun ’alaihi).

Hendaklah orang yang berdoa sungguh2 dalam doanya. Hendaklah ia senantiasa berharap pengabulan doanya. Janganlah ia berputus asa dari rahmat Alloh Ta’ala. Hendaklah ia yakin terhadap janji Alloh Ta’ala dalam firmanNya :

Dan Tuhanmu berfirman : Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina”. [Ghaafir : 60]

Hmm, sedikit banyak belajar juga akhirnya. Dan hendaknya aku bersabar dalam berdoa. Dan aku harus selalu yaqin akan doa yang panjatkan. Dan juga jangan terlalu cepat menyimpulkan kecuali cukup bukti.

Dan kelemahan berdoa ku adalah aku sering tidak yaqin bahwa Alloh akan mengabulkan doa ku. *Astaghfirullah*

Jadi teringat seorang teman yang memberi ku nasehat, yang mengirim lewat wall facebook

ana doakan smg 4wl mmbrikan kelu2san 100%..amien..
terus meminta pada 4wl, coZ 4wl maha memberi
mmberi apa yg kt inginkan , bkn yang kita harapkan,,,,

*Jazakillah ukhti,,*

Jadi memang benar, pengalaman adalah guru yang sebenar2nya guru. *nyambung ma artikelnya nggak seh ??? hhehehehe*


Diselesaikan 28/06/2009

12.30 a.m.

2 thoughts on “[Aku] Terkadang Lupa Bersyukur

  1. Aq jadi ingn bkomentar.
    Saran: qt sll plu menginstropeksi. Salah 1nya yg jarang dilakukan adl instropeksi thd do’a qt. Jangan2 masalahx di doa kita. Menurutku lbh sering bdoa umum saja dan tkdang doa kusus. Mksdx ktika qt meminta sesuatu g ush sbut lgsung kr allah ta’ala tau yg dbenak qt. Dan masi ada yg lain yg plu dbenahi dlm bdoa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s