Kalo Terpaksa Ng-Kost

home sweet homeIsmah bersorak gembira sambil mengucap alhamdulillah berkali-kali, setelah membaca namanya tercantum di koran yang dipegangnya. Ismah Mar’atus Shalihah, tidak salah lagi, itu nama lengkapnya, ternyata diterima di fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Itulah fakultas yang diidam-idamkannya sejak SD, karena ia kepingin sekali jadi dokter, seperti bapaknya.
Tapi…satu pertanyaan mengusik hatinya. “Benarkah aku akan kuliah di Jogja?” Sedangkan kini ia dan keluarganya tinggal di Kota Kembang, Bandung. Kost, mungkin itulah yang akan menjadi pilihannya, jika benar-benar akan kuliah di kota pelajar itu. Sebuah pilihan yang mau tak mau harus dilakukan, bagi setiap pelajar yang memutuskan untuk melanjutkan sekolah atau kuliah di tempat yang jauh dari ortu.

Sobat muslimah, menuntut ilmu memang wajib bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan. Masalahnya, bagi seorang muslimah, jika harus pergi jauh dari rumah, maka ia akan terkena hukum safar. Sebagaimana kita ketahui, dalam Islam, jika seorang muslimah berniat safar (bepergian jauh), maka ia harus ditemani oleh mahramnya. Karena itu, sebelum memutuskan untuk menuntut ilmu jauh dari rumah dan harus kost, sebaiknya kamu pilih alternatif tempat pendidikan lain yang tak terlalu jauh dari rumah, sehingga kamu tak perlu kost.

Bagaimana kalau tak ada alternatif tempat lain yang dekat dengan rumah? Yah, kalau begitu keadaannya, cobalah kamu cari tempat lain, di suatu kota yang boleh jauh dari rumahmu, namun kamu punya mahram di sana, misalnya paman. Jadi, kalau kamu belajar di kota itu, kamu tak perlu kos di tempat orang lain, tapi bisa di rumah pamanmu sendiri, yang masih mahram kamu. Memang sih, rasanya tetap saja tak seenak tinggal di rumah sendiri, karena di sana kamu tetap harus menutup aurat dan menjaga pergaulan dengan sepupu-sepupumu yang bukan mahram.
Kalau benar-benar tak punya saudara di tempat lain, dan kamu benar-benar hanya ingin sekolah di tempat yang jauh itu, bagaimana? Yah, mungkin terpaksa kamu harus kost.

Tapi…ngomong-ngomong, sekarang banyak juga pesantren mahasiswa lho. Di antaranya ada yang menerima ikhwan dan akhwat. Daripada kost, mungkin boleh juga kamu pilih pesantren mahasiswa ini. Jadi, bisa kuliah sekalian nyantri di pesantren. Soal biayanya…, kan ortumu yang nanggung, he..he…

Kalo kamu akhirnya mengambil pilihan untuk kost, ya, berhati-hatilah. Karena ketika seorang gadis remaja hidup di rantau itu banyak sekali tantangannya.

Berikut ini beberapa tips kalo terpaksa kamu harus kost.

1. Pilihlah tempat kost yang khusus untuk putri, kalo perlu, khusus muslimah.

2. Pilih tempat kost yang ada induk semangnya (orang yang bertanggung jawab dan bisa mengawasi).

3. Usahakan kamu memiliki teman satu sekolah/satu kampus, sehingga bisa berangkat dan pulang bersama.

4. Jangan lupa untuk selalu mengunci kamarmu, bila kamu hendak pergi keluar, misalnya kuliah atau belanja.

5. Kalo ada, cari tempat kost yang dekat dengan kampus, agar kamu bisa berangkat dengan jalan kaki, tidak perlu ngebis, agar lebih menghemat uang transpot.

6. Sebisa mungkin carilah lingkungan islami dan teman-teman yang baik agamanya, agar kalian bisa saling menasihati dalam kebenaran.

7. Usahakan pilih tempat kost yang memiliki ruang tamu tersendiri, atau ruang tamu di teras, untuk menerima tamu laki-laki. Jadi kalo ada teman laki-laki yang bertamu, bisa diterima di luar, tidak masuk kamar.

8. Berhati-hatilah dengan perhatian dari teman laki-laki. Biasanya, cowok yang naksir atau jatuh cinta pada anak kost, lebih mudah dan “berani” dalam menjalankan aksinya. Karena “korbannya” jauh dari ortunya. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya anak kost (putri) yang sering “diapeli” teman atau pacarnya, diberi perhatian lebih, dan pada banyak kasus…berakhir dengan hilangnya keperawanan, ataupun hamil di luar nikah.
Kelemahan seorang gadis, apalagi yang jauh dari ortunya, biasanya ia cepat merasa tersanjung bila mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya. Apalagi bila selalu “diserbu” dengan kata-kata I love you.
Kalo kebetulan cowok yang memperhatikan kamu itu kamu nilai baik agamanya, dan kamu juga… ehm, naksir dia, coba aja todong dia untuk melamarmu sekalian. Lho? Ya…daripada sambil kuliah dapat pacar, mending sambil kuliah dapat suami sekalian. Nanti kan bisa pacaran setelah menikah. Dijamin halal, dan insyaallah berkah!

9. Jangan lupa untuk rajin menuntut ilmu agama yang benar. Misalnya dengan menghadiri ta’lim-ta’lim atau ceramah-ceramah dakwah dari ustadz-ustadz yang bermanhaj shahih. Karena dengan ilmu, hidupmu akan lebih terarah. Dengan rajin ta’lim, kamu juga akan mendapatkan teman-teman yang shalihah, insyaallah….(nisanaz)

Diunduh dari : http://majalah-elfata.com/index.php?option=com_content&task=view&id=306&Itemid=1

3 thoughts on “Kalo Terpaksa Ng-Kost

  1. ehm, ehm. maksih ukh. very interesting! moga bisa mengamalkan ke-9 tips tsb. Alhamdulillah, sebgian udah terlaksana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s