belajar dari pengalaman

Belajar dari pengalaman

Dulu ketika diri ini tak terlalu memaksakan kehendak. Menjalankan sesuatu sewajarnya. Berada pada pakem yang telah ada. Tak perlu berlari terburu-buru yang hanya membuat terengah-engah. Target-terget itu selalu dapat tercapai.
Tapi, ketika diri ini mulai bekerja tak kenal lelah. Hasil yang dicapai sungguh tidak memuaskan. ”Berarti kurang berdoa itu.”, itu yang dikatakan salah satu kawan ketika diri ini mengeluh –lebih tepatnya menyesalkan- atas hasil yang dicapai yang ternyata jauh dari target.
Mungkin ada benarnya. Diri ini mengejar dunia terlalu keras, terlalu terfokus. Padahal ketika kita hidup di dunia sesungguhnya banyak hal yang bisa dilakukan beriringan. Walaupun sebagian dari kita berkat tidak bisa mengerjakan suatu hal satu sekaligus, tapi bila ada kemauan yang keras dengan diimbangi usaha yang maksimal yang selalu diiringi doa semua hal yang tadinya mustahil, sulit, akan berubah menjadi sesuatu yang mudah dikerjakan.
Just let’s it flow….
Pekerjaan yang dilakukan dengan keadaan hati senang akan cepat diselesaikan. Apalagi disertai usaha maksimal dan doa yang tak henti-hentinya kita panjatkan.
Kekuatan raga akan terpacu seketika itu juga.
Itu lah ajaibnya jika kita tahu sedikit RAHASIA ALAM yang di buat oleh SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA. The Only One…ALLOH TA’ALA.

One thought on “belajar dari pengalaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s