0

[Random Thought] #12 incomplete

What do you think life is? You think it’s a big question? It’s simple.
Your life is a collection of your choices. The choices you make in each moment makes up the quality of your life

Alloh itu luar biasa ya, Maha Tahu Maha Mendengar. Bahkan dari nonton drama tengah malam kemarin saya jadi berpikir,
Ah iya, mungkin selama ini memang usaha saya masih kurang. Doa saya masih sebiji sawi, kurang sabar, amalan baik juga masih sangat kurang, masih sering menggerutu, pantas saja masih diminta untuk mencicipi nikmat agar lebih bersabar. Baru segitu sudah mimpi dan berencana macam2.

Ini bukan karena saya tidak ahli dalam bidang tertentu atau tidak beruntung. Bukan karena kurang rasa percaya diri. Bukan karena saya masih di rumah yang hidup dengan mengandalkan tabungan dan tak bisa memberi sedikit bantuan nafkah kepada Bapak-Mamak. Bukan karena saya tidak lulus dengan predikat pujian. Bukan karena latar belakang keluarga. That would be too painful to accept.

So I want to think it was because I didn’t work hard enough. Even though it isn’t true and I did work hard, I want to think that way. I ended up like this because I didn’t work hard or pray hard.

Jadi memang harus lebih bekerja dengan keras.

Juga, hanya karena saya pernah lupa akan impian harapan yang pernah saya buat bukan berarti mimpi itu berhenti. In the same way, just because you don’t see the road, doesn’t mean the road doesn’t exist.

Chinese writer Lu Xun said,
“Hope cannot be said to exist, nor can it be said not to exist. It is just like roads across the earth. For actually the earth had no roads to begin with, but when many men pass one way, a road is made.”

Entah itu dengan berjalan, berlari atau merangkak sekalipun, sebuah jalan akan ada ketika langkah kaki melewatinya. Ketika tekad bulat dibuat untuk melewatinya. Ketika mimpi itu menjadi tenaga pendorongnya.

Dalam diri saya berkata,”Ri, tak mengapa bermimpi, tugas kamu adalah bekerja keras, jauh lebih keras dari sebelumnya, jauh lebih maksimal hingga tak akan ada kilah utk menyerah sampai mimpi itu menjadi hal nyata.”

Kerja keras utk merealisasikannya…

Ayo Semangat ! Semangat ! Saya Bisaaa!

0

[mBolang] #12 muter-muter dengan Commuter

ini adalah Bagian kedua dari cerita sebelumnya

***

Hiruk-pikuk Pasar Cibinong sudah mulai menghilang, waktu sudah menunjukkan pukul 8.00 WIB. Melalui gang sempit samping pasar dengan membonceng motor matic milik Ika yang digeber pelan sambil diselingi cerita mengabarkan informasi keadaan di Solo dan Gemolong. Tanpa pelindung kepala saya berpegangan erat pada sisi belakang motor, melihat ke kanan dan ke kiri, hanya pemandangan asing dan baru yang dijumpai.

Hanya kurang dari 5 menit dari tempat saya turun Bus tadi, akhirnya saya tiba di wisma tempat Ika dan Tyas menetap selama di Cibinong. Saya tak bisa bilang apakah lokasi wisma tersebut strategis, karena akses menuju wisma hanya bisa dilakukan dengan menggunakan ojek, tak ada angkutan kota yang lewat wisma tersebut. Meski seperti terisolasi, namun keamanan wisma dijaga oleh satpam 24 jam, lingkungan yang menempati wisma juga rekan-rekan kantor yang berasal dari Jawa Tengah sehingga meski jauh dari kampung halaman, namun bertemu saudara satu daerah adalah perkara yang membahagiakan di tanah perantauan. Continue reading

1

[mBolang] #11 the lone ranger

Tiket sudah ditangan, Rp 110.000,00 sudah digelontorkan, PATAS AC Rosalia Indah hari Sabtu (18/10/2014), 17.00 WIB via Agen Gilingan, Terminal Tirtonadi. Perjalanan sendirian melewati Ibukota akan saya lakukan.

Flashback seminggu yang lalu,

lokasi tes

Lokasi Tes di sekitar Pondok Ranji

Tanggal 7 Oktober 2014, usai pulang kerja saya buru-buru membuka laptop, menyambung internet modem, lalu “klik” terbukalah sebuah laman website yang sengaja saya taruh di bookmark firefox. Deg-deg-an, saya pun mengklik tautan “Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi Pelamar Umum”. Tak sabar, dalam kolom “find” saya tuliskan nama depan saya. Menunggu cukup lama dan terus berdoa untuk hasil yang baik. dan Alhamdulillah, nama saya muncul di halaman 17 dengan nomor urut 781. Alhamdulillah.

Jari-jemari langsung melakukan pencarian di kolom google map lokasi tes yang ternyata bukan di Jakarta seperti dugaan awal, melainkan di Tangerang Selatan. Rencana awal untuk menginap di rumah kawan yang terletak di Jakarta pun di rombak total, saya mencoba mengkontak beberapa teman yang saat ini berada di Jakarta namun tak satupun dari mereka yang paham lokasi tes yang akan saya tuju. Continue reading

0

Ini Manusia, bukan Salmon

Mengutip pembicaraan hari Minggu kemarin, antara saya, mas dan mbak,

Mbak : dek, udah nonton filmnya manusia setengah salmon ? saya : belum mbak. emang kenapa ? Mas : *nyamber* itu lho filmnya raditya dika yang ceritanya pindah-pindah Mbak : iya, ini tadi kita pindah beneran. Kayak manusia setengah salmon Saya : *mlongo* Mas : kan salmon pindah-pindah hidupnya Saya : *mlongo* *iya ikan salmon pindahnya kan dari air tawar -sungai- ke laut setelah setahun, lalu saat masa kawin kembali lagi ke air tawar -sungai-*

Pembicaraan itu bermula seusai pindahannya mbak, dari Kedungjati-Grobogan untuk pindah tugas ke Sumberlawang-Sragen yang lebih dekat dari rumah. Perjalanan panjang yang menurut saya penuh perjuangan. Bagaimana tidak, jalanan berkelok melewati hutan jati, aspal yang tak lagi sempurna, hingga harus bergantian dengan kendaraan lain karena jembatan yang putus. Saya, Bapak dan Pakdhe yang duduk di bak truk, “bergoyang” bebas karena truk yang melibas jalan berbatu tak terkendali. Awalnya saya kira perjalanan akan mulus dan tak memakan waktu lama, tapi nyatanya saya harus menembus hutan jati milik KPH Telawa, melewati jalan hutan yang tiang listrik pun hampir rubuh. Kebanyakan lampu penerang jalannya menggunakan tenaga surya, karena didapati adanya papan penangkap materi matahari diatasnya. Karena memang lokasi nya yang jauh dari perumahan pendudukan, meskipun katanya berada di pinggir kota, saya dibuat takjub saat dapat melihat seekor burung alap-alap yang terbang berputar di atas hutan jati. Saya yakin itu alap-alap dari ciri-ciri yang pernah saya pelajari sebelumnya. *lokasinya bakal menyenangkan untuk birdwatching nih, pikir saya kala itu. Perjalanan 1,5 jam akhirnya kami memasuki wilayah Kabupaten Grobogan. Truk yang memang melaju pelan dan sesekali berhenti untuk bergantian bahu jalan dengan pengendara lainnya akhirnya membawa kami ke wilayah kota, saya kira sudah hampir sampai. Tapi ternyata perjalanan masih panjang, Continue reading

0

[Review Buku] Catatan AyahASI: Kami Bukan Ahli, Cuma Mau Berbagi

Catatan AyahASI: Kami Bukan Ahli, Cuma Mau BerbagiCatatan AyahASI: Kami Bukan Ahli, Cuma Mau Berbagi by @ID_AyahASI

My rating: 5 of 5 stars

“it’s easier said than done” -page 73
kutipan kalimat tersebut menohok sekali bagi saya, terlebih saat seorang karib mengatakannya kepada saya yang cerewet soal bayi padahal saya belum punya bayi -menikah saja belum begimane punya baby -.-

Ketika seorang karib memiliki bayi, saya tiba-tiba menjadi heboh sendiri, excited, sama si Baby yang super mungil dan lucu. Bau baby nya itu lho bikin kangen. Kemudian ada banyak tindakan yang dilakukan karib saya tersebut yang membuat saya cerewet sok-sok-an ngatur, kemudian Mak jedeeeeeerrr…she said those painful words *huhuhu*.

Oke, saya langsung diam seketika. Beberapa saat kemudian saya pun pulang dan kembali mengambil buku ini dari rak buku.
Buku yang saya beli tahun 2012 kemarin sebagai kado buat Mas yang menikah kala itu kembali saya baca, me-refresh otak yang sudah berkerak karena jarang baca buku parenting.

Perkenalan saya mengenai ayah ASI berawal dari adanya segmen di MetroTV 8-11 dan bintang tamunya kala itu adalah para penggiat @Id_AyahASI yang kemudian saya follow setelah merasa amazed sama bapak-bapak hebat tersebut. Bayangkan saat itu saya masih mahasiswa, perempuan pula, berfikir untuk menikah saja tidak *eh belum*, mengikuti livetweet @ID_AyahASI yang sesekali vulgar dan biasanya perihal tanya jawab soal ASI, saya menikmatinya, itung-itung sebagai bekal nanti saat menjadi istri then mom wanna be. Hehe

Ah ya, membaca buku ini sangat membantu kita yang awam mengerti mengenai apa itu ProASI, apa itu IMD (Inisiasi Menyusui Dini), seperti apa idealnya Dokter atau rumah sakit bagi Ibu dan Anak,hingga apa saja yang perlu disiapkan saat akan dan sudah melahirkan. So helpful.

rasanya Buku yang ditulis berdasar pengalaman para Ayah pro ASI ini menjadi wajib dibeli untuk mereka yang akan bersiap menjadi ayah, yang bakal menjadi ayah dan pilihan tepat sebagai kado para calon suami *uhuk*

View all my reviews

0

demi ilmu ia menjelajah

Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. SM3T itu sendiri adalah singkatan dari Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal.

 

Daerah Sasaran program ini adalah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T di empat provinsi, yaitu Provinsi Aceh, NTT, Sulawesi Utara, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Maluku. Kabupaten yang ditetapkan sebagai sasaran Program SM-3T adalah kabupaten yang telah memberikan respon terhadap Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.

– dikutip dari Maju Bersama Mencerdaskan Warga

Sabtu kemarin (30/08/2014), berawal dari rencana dadakan dan super kilat, akhirnya saya dan 3 rekan sesama SMA dapat berkumpul setelah sekian lama tak bersua. Memang momen istimewa karena sekaligus farewell party untuk karib super yang Senin pagi tadi (01/09/2014) terbang ke Nusa Tenggara Timur untuk mengabdi pada kemajuan nusa dan bangsa.

Karib saya tersebut menjadi salah satu peserta yang lolos program SM3T dengan melalui serangkaian seleksi dan akhirnya didapat keputusan bahwa ia akan mengabdi selama 1 tahun di Pulau Alor, NTT. Saat mendapat pesan singkat tengah malam dari nya seusai dirinya rampung pelatihan senin lalu, buru2 saya mencari tahu di mana Alor itu, dan objek wisata di Alor :lol:, dan dengan seketika saya memutuskan bahwa satu tahun ke depan saya akan berusaha mengunjungi karib saya tersebut di Alor sana *bismillah*. Ada sejimpit alasan untuk pergi mengenal Indonesia lebih dekat *tsaah*. Continue reading

0

[Random Thought] #11 So random

Ada banyak-banyak-banyak hal yang pingin ditulis. Bukan hanya aplikasi atau browser saja yang punya cache, tampaknya otak saya pun memiliki nya, untuk itu harus dibersihkan dulu supaya ada space lebih untuk menampung hal lain.

Mumpung masih bulan Syawal,

Taqabbalallahu minna wa minkum Taqabbal ya Kaarim.

Mohon maaf lahir batin untuk setiap rangkaian kata yang secara tidak saya sadari menyinggung atau bahkan melukai perasaan semua pihak. Semoga Alloh mempertemukan kita semua dalam Ramadhan tahun Depan. Amin.

Hmm, sedikit me-rewind Juli kemarin yang memang bulan Ramadhan, jadi nya ya Puasa. Meski demikian kegiatan penelitian masih berjalan. Dapat tugas baru dari forum yang saya ikuti yang deadline nya Agustus ini. Dan meski deadline nya besok, tugas tersebut belum saya susun sama sekali. Bukan karena melambat-lambatkan atau sengaja mengakhirkan, tapi karena lupa *minta ditoyor*.

Juli kemarin sempat main ke rumah teman pengantin baru, banyak ngobrol dan banyak mendapat informasi bermanfaat juga. Salah satunya perihal program studi S2 yang katanya akan dijadikan menjadi 4 tahun yang awalnya 2 tahun *Dhueeerrr*. Macam kena kaget ban mletus saja, super kaget. Meski belum tahu kapan bisa merealisasikan keinginan lanjut Studi tapi mendengar kabar tersebut sontak membuat saya kaget. Harus banyak berpikir lagi berarti. Bagaimana dengan planning bahagia lainnya (T_T). Continue reading

1

[Lab Note] #2 Gergaji Hiu Gergaji

“Manusia berkehendak namun Alloh lah yang menentukan”

Saya ingat betul kira-kira 2 tahun yang lalu saat teman2 yang lain asyik tanya-jawab ketika praktikum biologi molekuler dan saya yang [saat itu] sangat pasif pernah berujar pada diri saya sendiri,“ah, nanti aku juga ga ambil biologi molekuler pas skripsi” Tindakan pembenaran diri untuk tidak aktif diskusi.

Singkat cerita, materi skripsi saya kemarin lebih cenderung berkutat dengan molekuler *nah lhoh*, dan apa yang saya kerjakan dua bulan terakhir ini juga tak jauh dari molekuler.

Pasca kelulusan awal tahun lalu, setelah sempat dipusingkan dengan nasib saya untuk bulan-bulan yang akan datang, alhamdulillah mendapat kepercayaan untuk membantu mengerjakan penelitian dosen secara profesional dalam kurun waktu yang tidak ditentukan. Tanpa berpikir panjang lagi saya mengiyakan tawaran tersebut.
Rencana awal memang bermaksud mencari kerja terlebih dahulu, ingin menikmati hasil kerja keras sendiri dan melepaskan diri dari “beban hidup” orangtua.

Secara konseptual sama namun secara kontekstual apa yang saya kerjakan saat ini berbeda dibanding saat penelitian skripsi kemarin. Continue reading