Manakala saya mendengar seseorang menyebut Belanda pada masa kecil saya yang terproyeksikan ke dalam pikiran adalah meneer-meneer berkulit putih dengan rambut yang diolesi minyak dan ditata dengan rapi dan klimis, serta kumis yang sengaja dibuat melengkung di bagian tepinya.
yah, ini semua berkat film-film suzanna yang seorang Indo-Belanda yang sering saya tonton manakala saya masih piyik (red. Masih kecil)
Kali ini bukan membahas rambut klimis atau bahkan plintiran kumis. Tapi sedikit mengenai hasil berburu buku yang saya lakukan di Perpustakaan Pusat Universitas Sebelas Maret mengenai batik.
Siapa sih yang tak kenal dengan batik, bahkan orang luar negeri pun sekarang sudah tahu mengenai Batik Indonesia pasca diumumkannya oleh UNESCO bahwa batik adalah warisan budaya milik Indonesia. *horray…:lol: *
Nah dari hasil berburu buku, tahulah saya bahwa inovasi-inovasi spektakuler yang dilakukan Belanda itu tidak hanya mengenai arsitektur, desain interior-exterior, atau kecanggihan-kecanggihan lain yang memanfaatkan teknologi yang ada. Tapi juga inovasi yang dilakukan Belanda sehingga akhirnya menyebabkan *halah njlimet amat* memberi pengaruh pada desain busana di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya motif atau corak batik Little Red Riding Hood yang merupakan suatu cerita dongeng yang berkembang di Eropa, antara tahun 1840-1940 di sekitar daerah pesisir (Pekalongan). Suatu motif batik yang memberi pengaruh motif batik pada Indonesia selanjutnya. Yang kemudian disebut sebagai Batik Belanda.
Istilah batik Belanda ini timbul karena yang membuat batik-batik itu adalah perusahaan / industri batik milik wanita pengusaha Indo-Eropa yang dapat dikenali dari pola-pola serta motif Eropanya.
Batik Belanda ini awal mulanya diprakarsai oleh Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles yang tertarik untuk menggunakan motif batik sebagai motif cetak pada kain. Sehingga ketika sesampainya di Indonesia beliau yang juga penggagas Kebun Raya Bogor ini mengirim kain-kain batik ke Inggris untuk dilakukan proses percetakan secara massal. Dan di Belanda sendiri terdapat beberapa perusahaan industri batik seperti Oosterom, Metzelaar, dan Franquemont.
Uniknya kain batik yang dipakai wanita Indo ini lebih panjang dibanding kain batik yang digunakan wanita pribumi, ini dikarenakan postur tubuh wanita pribumi kala itu lebih pendek dibanding postur tubuh wanita Indo.
Biasanya nyonya-nyonya Belanda atau Indo-Eropa ini menggunakan kain batik sebagai bahan untuk rok, bukan tapih atau jarik seperti yang dilakukan Wanita Pribumi. *ga kebayang kalau wanita masa kolonial pakai tapih*.
Bahkan kain batik ini dibuat seperti baju-baju yang populer masa itu. *Wah, wah… kreatip bener ini bule-bule Belanda*.
Sedang para pria menggunakan kain batik sebagai bahan untuk membuat celana panjang. Biasanya dipakai ketika para pria sedang bersantai di rumah, dengan dipadu padankan baju katun yang pendek berwarna putih. *ckcck…jaman kolonial saja mereka sudah modis-modis*
Mengenai pewarnaan yang dilakukan terhadap kain batik, awalnya mereka menggunakan pewarna alami seperti yang dilakukan penduduk pribumi kala itu. Namun, karena tuntutan produksi akhirnya pengusaha Batik Belanda menggunakan pewarna sintetis.
Motif batik belanda jangan dibayangkan seperti motif batik yang kita temukan di pasaran, namun motif batik Belanda ini lebih kepada nuansa Eropa. Bahkan ada batik yang bercorak cerita Si Kopiah Merah (Dongeng-dongeng yang beredar di Eropa kala itu), Snow White, Hanzel and Gretel. Selain itu ada juga tema batik seperti Batik Sirkus, Batik Kapal Api dan Batik Wayang.
Kesamaan antara motif batik Belanda dengan motif batik Indonesia adalah
- pola pengisi pada batik Belanda cenderung sama dengan batik Jawa yang lain
- ISen-isen pada batik Belanda sama persis dengan batik Jawa, karena pemilik tidak memberikan isen pada patron pola yang mereka buat sehingga para pembatik memeberikan isen sesuai dengan isen yang biasa mereka buat untuk batik.
Sedangkan yang membedakan antara batik Indonesia dengan Batik belanda adalah ukuran batik BElanda lebih lebar dari 110 cm. Kualitas kainnya pun lebih bagus karena merupakan kain impor dari India. Ragam hias batiknya lebih kepada dongeng dan tema-teman tertentu yang lebih “ngEropani” (red. mencerminkan Eropa). Fungsinya pun sebagai fesyen , sedang bagi wanita pribumi sekedar bahan sandhang.
Dan meskipun bangsa Cina masuk terlebih dahulu ke Indonesia, tapi Bangsa Eropa / Belanda lah yang memberi pengaruh inovasinya dalam hal perbatikan kepada mayarakat Indonesia kala itu.
Istilah-istilah :
Isen-isen : Bagian pada ragam hias batik
jarik : kain yang digunakan sebagai bawahan dengan cara pemakaian dililit sempit dari pinggang sampai kaki
Tapih : kain yang digunakan sebagai bawahan dengan cara pemakaian dililit sempit dari pinggang sampai mata kaki.
Sumber :
http://berita.liputan6.com/liputanpilihan/200910/246143/Batik.Khazanah.Budaya.Nusantara
http://www.batikmarkets.com/batik.php
http://www.batikyogyakarta.com/batik-belanda-pengaruh-budaya-asing-terhadap-batik-nusantara/
http://www.houseofdanarhadi.com/batikbelanda.php
Veldhuisen, Harmen C. 1993. Batik Belanda 1840-1940 (edisi terjemahan oleh Agus Setiadi). Jakarta : Gaya favorit Press.
Kadarsih, Heni. 2006. Perwujudan Batik pada Masa Kolonial Belanda di Jawa: Sebuah Kajian Estetis tentang Desain. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Gambar :
http://web.uvic.ca/lancenrd/indonesian/images/process.gif
http://3.bp.blogspot.com/_2weyc79x8kM/Swjx2jZ-l9I/AAAAAAAAACI/mTr4YVQYli8/s320/belanda.jpg
http://www.houseofdanarhadi.com/batikbelanda.php
http://cs.nga.gov.au/IMAGES/MED/111670.JPG






bagus sekali artikelnya, nice info dan sangat menambah wawasan
aih…terimaksih sudah berkunjung
Nice info…
Btw, kenapa cina yang sangat berambisi untuk produksi batik juga ya…?
Salam
soal ambisi, ga diragukan lg kalo cina itu byk ambisiny. Ga heranlah kalo cina pngen mroduksi batik,,
.
Salam
wah.,..ternyata ada juga ya batik belanda???bru tw ne…
artikelnya lengkap n ilmiah banget de’… ikut kompetisi ya? semoga sukses… ^^
batik belanda ya punya belanda batik indonesia ya punya indonesia kan?? ga diaku-aku nantinya…
kek negara tetangga kita itu…
assalamua’laikum
blog walking today
hmmmm batik yach……. cukup lengkap infonya nih…jadi lebih tahu batik ^_^
wah keren sekali ya, batik belanda. gambar-gambar bercerita. kebayang, kalau liat mereka pakai kain ini, pasti bawaannya pengen merhatiin dan ngeliat tokoh-tokoh dongeng itu. eh, tunggu meneer, saya mau lihat kelanjutan ceritanya.. *sambil berusaha memutar posisi kain yang melekat pada tubuh mereka itu.
nice post.
Semoga kau bisa menang kawanku. Salam
Batik Indonesia memang cantek
wah, mulai ilmiah nih tulisannya… *good*. 4 stars for u.
wahwah, aseek jd tau ttg batik…..
nice inpoh gan! XD
@ fitrimelinda : iya. selain itu juga ada batik cina juga lho. Mari berkunjung ke museum batik,
@ mbak flo : iya mbak. Amiin. Syukron doanya
@ mbak rose : sip dah
@ asfan : Wa’alaikumsalam. Mari berkunjung ke museum batik,
@ sulamit : hahahah… ada2 saja
@ david : sip. thanks yaw
@ ahmadfauzi : bwetul bwetul
@ ukhty aufa : aseekk.
@ galehganteng : thx dude udah berkunjung. Mana via mobile lg. terharu..
batik batik batik..
lg tren batik yaw…
mpe belanda juga….
batik gemolong kapan ne….
unik ya batiknya … nice post
kolaboratif sekali tulisannnya dan menambah wawasan
dimana tuh museum nya???
@ keisya ananda : iya neh. Batik maikin populer saja.:) thx jeng, udah berkunjung
@ unending dreams, @octavianus prabowo : terimakseh
@ fitrimelinda : di solo kak. Di museum danarHadi
Ouw, saya baru tahu ada batik Belanda…
harganya brapaan tuh
*moga sukses kompetiblognya*
apakah orang Belanda menyebutnya dengan istilah batik juga????
Siipp nung…
Ak kuliah jg pke batik og..
Mantab..
ikut mBatik komen dulu ya
two thumbs up!
Pingback: I do Like This! « mADEmoiselle
baru tahu tentang batik belanda
btw, sy suka batik.. *gak penting* *haha*
smg menang kompetisinya !!
nice info dek.., like this!
@ Asop : Ayo cari tau lebih byk lagi,





@ Pak Sadat : sy ndak jualan kain
@ linggaa : mungkin iya,,
@ widi : mantebs tenan kui
@ Firdausfarisqi : monggo
@ dek Ade : ya ampun, makasih udah di jadikan “referensi” di blog nya. jadi terharu,, syukron jempolny
@ Mbk Lyla : sy juga suka batik
syukron.. syukron..
Nyunyuuung bagus banget BL0Gnya…
Aku ngiriii >.<
hahaha…
baru tau juga niihhh
thanks infonya
Penyakit Menular Seksual : Gonore
tulisan yang menarik…
komentari blogku dung….
http://andikahendramustaqim.blogspot.com/2010/04/ingin-bertemu-para-penemu-kotak-ajaib.html
http://andikahendramustaqim.blogspot.com/2010/04/belajar-inovasi-dari-di-belanda.html
http://andikahendramustaqim.blogspot.com/2010/04/inovasi-belanda-tak-terpisahkan-dari.html
makasih…
@ Isnnaa : aduh.. terimakasih. masih belajar ini.:oops:
@ ossmed ; @ andika : wokew2. trimakasih sudah berkunjung
Baru tau saya …
nice post..
salam kenal ya mbak..
Batik,tradisional,eksotik,memukau…
buktinya…Belanda ja ikut-ikutan bikin batik,^^
ternyata pejalanan yang tradisional g internasional dah dari dulu ya…nice,sob!!
ati-ati ntar BATIK di-aku oleh wong londo lo…
@ fay : salam kenal jua,
@ Devani : iya… benul. Kamsahamnida udah berkunjung onnie,, *terharu*
@ jk : tenang. kan sudah di Akui oleh UNESCO, mungkin akan sulit kalo mo dijiplak
… Batik motif eropa unik juga tuh… belom pernah liat yg kaya’ gitu dalam versi batik..
Kamu anak biologi yah, postingan saya juga berhubungan dgn biologi..
, ttg mikroba..
salam kenal…
R
iya. anak biologi neh critanya,,
sy sangat admire postingan kakak yg soal belanda tu,,,
Thank brkat info batiknya,q bsa ngerjain soal ujian tentang batik,krna dsk0lahq jg da matri batik.
Smga informsi laenx jg lbh menrik lg.
yup. senang bisa membantu.
batiknya ada yang couple gag???,,,,heheheeee
salam kenal bang darie wong kendal
mampir nech : http://wongkendal.wordpress.com
wuiz… mau buat sama pasangannya yak ?? *kikikiki….
salam kenal